LampuHijau.co.id - Jakpro adalah BUMD DKI Jakarta yang baru-baru ini menerima penghargaan dari penilai independen sebagai Top BUMD of The Year 2019. Selain itu, 3 (tiga) penghargaan lainnya meliputi Top BUMD 2019 All Criteria, Top BUMD 2019 Sector, dan Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mendapat apresiasi berdasarkan penilaian karakter dan kompetensi sebagai “Top CEO BUMD 2019”.
Jakpro bergerak di sektor properti, infrastruktur, dan utilitas. Kompetensi terpadu trisektor tersebut merupakan pegalaman panjang sejak Tahun 1960, kala Jakpro bermula mengelola Kawasan Pluit dengan nama Badan Pengelola Lingkungan (BPL) Provinsi DKI Jakarta. Tahun 1997 didirikan PT Pembangunan Pluit Jaya dengan limpahan aset dari eks BPL Pluit. Setelah merger dengan PT Pembangunan Pantai Utara Jakarta, nama perusahaan menjadi PT Jakarta Propertindo disingkat Jakpro sejak tanggal 15 Desember 2000.
"Pada Tahun 2018, Jakpro merilis 3 (tiga) karya strategis iconic yang menjadi kebanggaan bangsa. Pertama, Light Rail Transit (LRT) Jakarta," kata Coorporate Secretary PT Jakpro Hani Sumarno di Jakarta, Minggu (9/6/2019).
Baca juga : Ade Yasin Berharap Pengelolaan Sampah di Sentul Jadi Percontohan
Dua lainnya bersertifikasi internasional yang dibangun dalam rangka Asian Games 2018, terang Hani, Jakarta International Equestrian Park (Jakarta Equestrian) dan Jakarta International Velodrome (Velodrome) di Rawamangun, Jakarta Timur.
"Tahun 2019 menyusul kemudian pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Jakarta Utara dan Intermediate Treatment Facility (ITF) yaitu pengelolaan sampah skala kota menjadi energi di Sunter, Jakarta Utara dan Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM)," jelas Hani.
Proyek penugasan lainnya, lanjut Hani, pengelolaan Pantai Kita Maju Bersama yang merupakan lahan hasil reklamasi. "Jakpro mencatatkan aset dalam Laporan Keuangan Tahun 2017 senilai Rp16,7 Triliun dengan Laba Bersih Rp475,7 Miliar. Audit oleh Kantor Akuntan Publik untuk Tahun Buku 2017 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian," ujarnya.
Baca juga : BAZNAS Tanggap Bencana Bantu Evakuasi Banjir Jakarta
Masih kata Hani, Jakpro merupakan BUMD penyumbang deviden terbesar kedua kepada Pemprov DKI Jakarta Rp95,1 miliar dari Laba Bersih 2017 yang dibukukan sebesar Rp475,7 miliar. Laporan Keuangan Tahun 2018 siap dirilis dalam Q2/2019.
Perseroan memiliki 5 anak usaha yaitu PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP), PT Jakarta Konsultindo (Jakkon), PT Pulo Mas Jaya (PMJ), dan PT LRT Jakarta. Perseroan juga memiliki penyertaan saham di 9 perusahaan afiliasi yaitu PT Trans Jakarta, PT Jakarta Tollroad Development, PT Cinere Serpong Jaya, PT MUJ ONWJ, PT Jakarta Realty, PT KEK Marunda, PT Jakarta Marga Jaya, PT Marga Lingkar Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan yang terkini adalah Joint Venture Company (JVC) yaitu PT Jakarta Solusi Lestari (JSL).
"Dalam menyelenggarakan bisnis berorientasi keberlanjutan, Jakpro mengedepankan visi kota untuk manusia (city for human). Amanah penugasan dari Pemerintah Daerah dilaksanakan Jakpro dengan memerhatikan aspek kualitas terbaik dan good corporate governance. Untuk tujuan tersebut, Jakpro didukung berbagai entitas profesional. Awal Q1/2019 konsultan multinasional McKinsey&Company dengan kompetensi mendukung visi Jakpro menjadikan Jakarta lebih baik," lanjutnya.
Baca juga : Cegah Bertambahnya Korban, Kapolda Jabar Perintahkan Cek Kesehatan Personel
Ditambahkan Hani, mitra kerja badan usaha negara dari Finlandia, Fortum, juga menyiapkan dukungan melalui Jakpro untuk solusi sampah Jakarta menjadi listrik Waste to Energy (WtE) dalam proyek ITF (Intermediate Treatment Facility). Jakpro juga mendapat dukungan dari berbagai entitas/lembaga/dari Kodam Jaya/Jayakarta dengan pengikatan kesepakatan guna mendukung laju pembangunan di wilayah DKI Jakarta untuk kemanfaatan rakyat.
"Jakarta International Stadium (JIS) didukung mitra kerja desain dasar PT Jakarta Konsultindo bersama Burohappold Engineering dari Inggris bekerja penuh dengan standard compliance oleh assessor FIFA, federasi sepakbola internasional," imbuh Hani. (ULI)