KEREN! DKI Gelar Pelayanan Kesra Lewat Satu Pintu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: net)
Kamis, 28 Maret 2019, 21:09 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan membuka Pencanangan Proses Integrasi Data Keluarga Satu Pintu dan Sinkronisasi Pelayanan Kesejahteraan Keluarga serta Pembukaan Rakerda Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini melibatkan seluruh kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Jakarta yang berlangsung di Balai Agung, Balaikota Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Anies membuka sambutannya dengan mengapresiasi peran para kader PKK, yang terkonsentrasi pada kader Dasawisma, atas peran besarnya dalam proses Integrasi Data Keluarga Satu Pintu di Jakarta. “Siapa yang paling menjangkau masyarakat? Adalah ibu-ibu yang ada di lingkungannya, yakni kader Dasawisma PKK. Saya sampaikan apresiasi atas kerja kerasnya dalam proses pendataan (Integrasi Data Keluarga Satu Pintu) yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia,” terangnya.

Baca juga : Diduga Ada Kolusi Anies dan Pras Soal Tarif MRT, DPRD Desak KPK Turun Tangan

Sebanyak 70.902 kader Dasawisma PKK di wilayah DKI Jakarta telah berperan untuk mendata, menggerakkan, dan menyampaikan informasi kebijakan pemerintah. Kader Dasawisma juga mendata individu, keluarga, dan hunian yang nantinya terangkum dalam bank data Jakarta Satu. Data ini lantas menjadi rujukan Pemprov DKI Jakarta dalam mengambil kebijakan, sehingga masalah teridentifikasi dan dapat mengambil kebijakan secara tepat.

“Kita di Pemprov DKI Jakarta akan memiliki kekayaan informasi yang sangat praktis, berdasarkan kondisi di lapangan. Sehingga, kita tahu persis apa yang kurang dan kita bisa menyusun program dengan benar sesuai kondisi lapangan,” papar Anies.

Baca juga : 12.934 Siswa SD di Jakut Dapat Makanan Tambahan Selama Satu Tahun

Anies pun berpesan, dalam rangka meningkatkan sinkronisasi pelayanan Kesejahteraan Keluarga Satu Pintu, PKK perlu menguatkan Pusat Pelayanan Kesejahteraan Keluarga Satu Pintu (PPKKSP) di RPTRA, Rusun (Rumah Susun) dan lokasi-lokasi kumuh. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (SIM PKK) harus dilakukan secara berkelanjutan, karena memiliki fungsi dalam menyiapkan data individu, keluarga dan data lingkungan yang up-to-date serta mudah diakses oleh seluruh pihak. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal