Alhamdulillah, 10 Ribu Warga Yaman Nikmati Iftar Bergizi dari ACT

Iftar bergizi ACT yang dirasakan warga Yaman. (Foto: ACT)
Minggu, 2 Juni 2019, 04:28 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Perang selalu menjadikan warga sipil sebagai korban sebagai imbasnya. Konsekuensi logis ini tentu semua tak menginginkannya, meski hal tersebut terpikirkan juga oleh kedua pihak yang berkonflik.

Hal nyata juga dialami penduduk negeri Yaman, yang negaranya dilanda peperangan dengan pasukan koaliai Saudi Arabia-Uni Emirat Arab (UEA). Dan di bulan Ramadan ini, mereka tak bisa memikirkan bagaimana makan sahur maupun berbuka puasa. Karena mereke hanya bertahan hidup di reruntuhan dan puing-puing. Tak sekadar sulitnya mendapat bahan pangan, mereka pun tak memiliki uang untuk membeli makanan guna dikonsumsi.

Baca juga : Alhamdulillah, 1.000 Warga Tasik Menikmati Paket Iftar dari Humanity Food Truck

Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun tak melupakan salah satu negara Timur Tengah yang bertahun-tahun telah berkonflik ini. Seperti dikatakan Senior Vice President ACT Ibnu Khajar, "Hapus Kelaparan Yaman" adalah salah satu program yang digagas ACT yang berasal dari donasi masyarakat Indonesia.

"ACT melayarkan 15 ribu ton bantuan Kapal Ramadhan. 10 ribu ton untuk di dalam negeri, 5 ribu ton sisanya untuk keluar negeri," ujarnya dalam peluncuran program Ramadhan ACT, 'Marhaban Yaa Dermawan' di Menara 165, Jakarta pada Rabu (24/4/2019) lalu.

Baca juga : Alhamdulillah, Warga TPA Jatibarang Dapat Paket Sembako dari ACT Jateng

Dan pada Sabtu (25/5) hingga Kamis (30/5) kemarin, iftar bergizi dibagikan kepada warga Yaman, khususnya di Gubernuran Sana'a. "Iftar dibagikan di dua lokasi, Shamlan dan Alsowda yang terletak di Distrik Hamdan, Sana'a. Menu makanan terdiri dari nasi, daging, sayur-sayuran, buah, dan roti,” lapor Andy Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - Aksi Cepat Tanggap (GHR-ACT), seperti dikutip news.act.id.

Selain itu, wilayah lain juga mendapat bantuan pangan yang berasal dari masyarakat di Tanah Air tersebut yakni di Hodeidah dan Ibb. Mereka juga masyarakat yang tinggal di lokasi terdampak perang, bahkan hidup di reruntuhan bangunan.

Baca juga : Karopenmas Polri: Iya Tim Sedang Berkordiasi 

Sementara, total penerima manfaat iftar Yaman di minggu ketiga Ramadan mencapai hampir 10.000 jiwa. Dampak perang memang merenggut kehidupan warga Yaman. Akibat perang, lebih dari 20 juta penduduk Yaman mengalami krisis pangan. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal