Anggota DPRD DKI Jakarta Ini Sayangkan Tebet Eco Park Ditutup

Rabu, 15 Juni 2022, 16:08 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Sejak dibuka untuk umum pada 23 April 2022, Tebet Eco Park, Tebet, Jakarta Selatan dikeluhkan pengunjung dan warga sekitar. Penyebabnya, parkir liar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memakan trotoar dan badan jalan, menimbulkan kemacetan.

Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Seperti, menambah titik lokasi parkir dan rekayasa lalu lintas di sekitar Tebet Eco Park. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Hingga akhirnya Selasa (14/6) malam, Tebet Eco Park ditutup sementara. Pengumuman ditutupnya Tebet Eco Park disampaikan @tamanhutandki, akun instagram Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

“Terima kasih Teman untuk antusiasme selama dua bulan ini. Untuk kenyamanan bersama, Tebet Eco Park akan ditutup hingga akhir Juni,” tulis akun tersebut.

Baca juga : Terobosan Baru, DPRD DKI Jakarta Luncurkan Podcast

Pengumuman serupa juga dimuat akun Instagram @tebetecopark. “Penutupan Sementara Tebet Eco Park, Dalam Rangka Pemeliharaan Taman dan Perbaikan Fasilitas Sampai Dengan Akhir Juni 2022,” tulisnya.

Pengumuman itu pun langsung diserbu warganet. “Baru rencana mau ke sana besok, belum rezeki,” tulis akun @dessy_mariza. “Yaaa... baru aja mau ke sana minggu depan,” sahut akun @mamdhit.

Sementara ada beberapa yang memberi saran, seperti akun @nurhandoyo, “Tolong diatur lagi semuanya biar lebih rapi dan tertib buat lingkungan sekitar ecopark.”

Sebelum diumumkan Tebet Eco Park ditutup, Selasa (14/6) petang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memanggil Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Suzi Marsitawati dan Wali Kota Jakarta Munjirin.

Baca juga : Anggota DPR RI: Mbak Puan Figur Pemimpin yang Gemar Turun ke Daerah untuk Resapi Aspirasi Rakyat

Anies meminta dua pejabat yang paling bertanggung jawab itu untuk membereskan masalah yang terjadi di sekitar Tebet Eco Park. Usai bertemu dengan Anies, Munjirin dan Suzi menyebut, mendapat arahan langsung agar segera mengatasi parkir liar dan PKL yang ada di Tebet. "Iya (rapat) untuk diberesin (Tebet Eco Park) semua yang kemarin dikeluhkan," kata Munjirin.

Ditutupnya Tebet Eco Park ini disayangkan anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. Terlebih Tebet Eco Park yang belum lama diresmikan ini langsung menimbulkan dampak yang tidak dapat diatasi dan tidak dapat diproyeksi.

Sehingga akhirnya harus dilakukan penutupan. Penutupan taman ini bertepatan dengan musim libur sekolah. Di mana anak-anak butuh liburan dan hiburan.

“Jakarta adalah kota yang sangat membutuhkan ruang interaksi sosial antara manusia dengan manusia maupun manusia dengan alam melalui taman,” kata Rio, Rabu (15/6).

Baca juga : Atasi Polusi Udara Jakarta, Kendaraan Umum Harus Listrik

Menurut politisi PDIP ini, penutupan taman itu menunjukkan bahwa perencanaan taman ini tidak layak sehingga menimbulkan kontroversi yang tidak perlu. “Dampak teknis seperti PKL ataupun parkir liar harusnya sudah diantisipasi sedini mungkin sehingga dapat terkelola dengan baik. Artinya butuh pendekatan integratif antar lini-lini di lingkungan Pemda. Misalnya integrasi antara Dishub, Dinas UMKM, dan lain-lain,” paparnya.

Untuk mengatasi permasalahan parkir liar dan PKL, Rio menuturkan, dapat dilakukan pembatasan secara terencana dan terbuka untuk mendapatkan jalan keluar tentang penggunaan Tebet Eco Park.

“Sekali lagi ini menunjukkan bahwa pembangunan di Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan tidak membumi dan berkaki. Hanya berorientasi pada aspek-aspek seremonial simbolik saja, yang seolah-olah pemenuhan kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (DTR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal