LampuHijau.co.id - Pemrakarsa dan penanggung jawab Sosial Perda DKI No. 1 tentang Keolahragaan, Steven Setiabudi Musa menyebutkan, memang pembinaan olahraga prestasi di DKI harus melibatkan masyarakat.
Dalam acara Sosialisasi Perda DKI Jakarta No. 1 tentang Keolahragaan yang dimoderatori Tubagus Adi Selamet Prianto itu, Steven Setiabudi Musa yang juga anggota DPRD DKI Jakarta, kembali memberikan bantuan peralatan olahraga kepada warga Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
"Pembinaan olahraga prestasi di Jakarta harus melibatkan masyarakat. Bila ini dilakukan secara serius, prestasi atlet Jakarta pasti meningkat. Baik di tingkat nasional maupun internasional. Dan ini sesuai dengan Perda No .1 tentang Keolahragaan," kata politisi PDI Perjuangan ini di Jakarta, Minggu (12/6/2022).
Sementara Ronny Pangemanan, yang akrab disapa Ropan menjelaskan, kegagalan kontingen DKI Jakarta menjadi juara umum pada dua PON terakhir (2016 & 2020) patut dipertanyakan. Pasalnya, Jakarta itu adalah barometer pembinaan olahraga prestasi secara nasional, karena semua fasilitas tersedia termasuk dana.
Baca juga : Dinkes Kabupaten Subang Beri Penyuluhan Keamanan Pangan kepada Masyarakat
Ropan mengatakan, hal itu ketika menjadi pembicara dalam acara Sosialisasi Perda DKI No. 1 Tahun 2016 tentang Keolahragaan yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD DKI Jakarta, Steven Setiabudi Musa di Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara.
Menurut Ropan, sangat ironis olahraga DKI dua kali jeblok di PON. Padahal selalu menjadi yang terbaik di pesta olahraga terbesar nasional empat tahunan itu.
"Kalau bicara dana, sudah pasti DKI paling tinggi dibandingkan dengan daerah lain, bisa mencapai angka hampir Rp1 triliun. Tetapi kenapa prestasinya jeblok? Berarti ada sesuatu yang tidak beres. Pengelolaan keuangannya tentu harus dipertanggungjawabkan karena ini dananya dari masyarakat juga," kata mantan wartawan olahraga ini.
Oleh karenanya, Ropan minta DPRD DKI mengontrol ketat penggunaan anggaran olahraga di DKI, jangan sampai menguap tak jelas. Oleh karenanya, lanjutnya, pada PON 2024 Aceh-Sumut olahraga DKI harus terbang tinggi.
Baca juga : Hepatitis Akut Anak Muncul, DPR: Pemerintah Harus Bisa Produksi Vaksin dalam Negeri
"Itu sangat penting untuk membangkitkan kembali olahraga DKI sebagai barometer pembinaan olahraga prestasi secara nasional," demikian Ropan.
Hal senada dikatakan Ary Julianto Trijaka yang juga menjadi pembicara di acara tersebut. Dia mengajak masyarakat DKI memanfaatkan fasilitas olahraga DKI Jakarta yang memang disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Saya kira tidak ada alasan olahraga DKI jeblok hanya karena tidak ada fasilitas. Justru fasilitas olahraga DKI Jakarta yang paling lengkap dan standar internasional,"kata mantan wartawan Tabloid Bola ini.
Ary Julianto kemudian mencontohkan bahwa Jakarta Internasional Stadium (JIS) yang dibangun dengan biaya triliunan, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Jakarta. Pasalnya, kata Ary, JIS itu dibangun dengan dana dari masyarakat Jakarta.
Baca juga : Nelayan Halmahera Tengah Sebut Pemilu Mahal Lukai Perasaan Masyarakat
"Memang yang selalu menjadi problem utama di negara kita ini, bisa membangun fasilitas mewah tetapi tidak bisa merawat. Biaya perawatannya mahal, namun itu pun tidak bisa dijadikan alasan untuk menghalangi masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut," imbuh Ary. (ULI)