LampuHijau.co.id - Para Lurah di Kepulauan Seribu dinilai tidak cakap dalam menggunakan anggaran. Kondisi ini menjadi sorotan Ketua Komunitas Masyarakat Pulau Anti Korupsi (KOMPAK) Kepulauan Seribu Safrudin Masru.
Menurutnya, akibat ketidakcakapan penggunaan anggaran tersebut rawan tindak pidana korupsi. Berdasarkan data yang dimilikinya, sejumlah mata anggaran yang rawan disalahgunakan seperti anggaran pengadaan makan dan minum, penyediaan ATK, sewa mesin fotocopy. Atau penyediaan BBM dan pelumas KDO/KDO Khusus yang anggarannya mencapai ratusan juta rupiah.
Baca juga : KOMPAK: Hindari Lelang, Sistem Pengadaan Langsung Rawan Terjadi Korupsi
"Padahal yang saya tahu , kapal operasional para Lurah tidak rutin beroperasi, kadang 1 bulan sekali, itu pun kalau ada kegiatan.Apalagi khususnya di kepulauan seribu jauh dari pengawasan," ujar Safrudin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/6/2022).
Untuk itu, Safrudin berharap agar Pemprov DKI lebih gencar melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ada di kelurahan khususnya yang berada di wilayah Kepulauan Seribu.
"Kalau Pemprov DKI tidak gerak cepat, maka kami akan melaporkan ke aparat hukum terkait dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut," ungkap pria asli Kepulauan Seribu ini. (dri)