LampuHijau.co.id - Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto mengatakan, ada kedzoliman pihak Formula E kepada warga terkait penutupan Ancol untuk umum pada Sabtu (4/6).
"Ini kan dzolim, ada warga yang ingin berwisata tapi dilarang karena ditutup untuk kegiatan balap Formula E dan dipaksa harus beli tiket Formula E jika ingin berwisata ke Ancol," kata Sugiyanto, Sabtu (28/5).
Pria yang akrab disapa SGY ini berpendapat, panitia Formula E tidak berhak menutup areal Ancol, karena area wisata Ancol merupakan kawasan pantai publik milik seluruh warga.
Baca juga : Dugaan Korupsi Formula E, Pengamat SDR Desak KPK Periksa Dispora DKI
Terlebih jika harus membeli tiket Formula E Rp 250 ribu, walau hanya ingin ke pantainya saja. “Bagi rakyat kecil, itu (Rp 250 ribu) kan mahal,” tegasnya.
Informasi Ancol ditutup untuk umum pada 4 Juni 2022, diunggah akun Instagram @ancoltamanimpian. “Yang bisa masuk Ancol hanya khusus pemilik tiket Jakarta Eprix saja. Tiketnya hanya dijual melalui ancol.com dan jakartaeprixofficial.com,” tulis akun tersebut.
Pada tanggal itu, annual pass, 6-month pass, member, komplimen, dan vip pass tidak bisa digunakan. Jika tetap ingin masuk Ancol, diharuskan membeli tiket Ancol Festival Rp 250.000.
Baca juga : PPI Minta MUI Sikapi Pernyataan Nikita Mirzani
Dengan tiket tersebut, selain bisa nonton Jakarta Eprix 2022 melalui layar besar, pengunjung juga dapat menikmati seluruh unit rekreasi Ancol. Seperti Dunia Fantasi, Seaworld Ancol, Ocean Dream Samudra dan Atlantis Water Adventures.
“Untuk tanggal 5 Juni dan seterusnya Ancol dan seluruh unit rekreasi di dalamnya sudah dibuka kembali,” jelasnya.
Informasi yang diunggah akun Instagram @ancoltamanimpian ini pun dikomentari sejumlah netizen. “Katanya tutup, tapi buka kalau bundling Eprix. Kebijakan yang aneh alias maksain,” sindir akun @ibrahim_ichwan. “Diskriminasi,” sahut akun @mrizqinaya. “Kalau sudah beli tiket masuk Ancol via ecommerce, gimana min?” tanya akun @flomarst. (DTR)