Punya Rompi Antipeluru Bertuliskan Polisi, 6 TSK Perusuh 22 Mei Juga Mau Bunuh 4 Tokoh Nasional

Irjen Muhammad Iqbal. (Foto: net)
Selasa, 28 Mei 2019, 01:25 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, selain mengamankan senjata api dari enam tersangka kerusuhan 22 Mei kemarin, para tersangka juga mengamankan rompi antipeluru bertuliskan "Polisi".

“Para tersangka ini juga memiliki rompi antipeluru, rompi yang bertuliskan polisi,” kata Irjen Muhammad Iqbal, Senin (27/5/2019).

Baca juga : Pesta Miras Selama Seminggu, Cowok Amrik Is Det di Kamar Hotel Grand Kemang

Karena itu, saat ini pihaknya tengah mendalami darimana para tersangka mendapatkan senpi dan rompi antipeluru. “Ini sedang kami dalami kelompok-kelompok ini yang mencoba untuk meminjam profesi kami dan melakukan kekerasan di lapangan,” imbuh Iqbal.

Selain itu, kata mantan Wakapolda Jatim ini para tersangka juga berencana akan membunuh empat tokoh nasional dan pimpinan lembaga survei. Namun, Iqbal tak merinci identitas tokoh tersebut. “Terduga mencoba ingin membunuh para tokoh, kami sedang dalami motifnya,” ungkap Iqbal.

Baca juga : Ramadan, Ikhtiar ACT Menebar Semangat Filantropi dan Menjaring Para Dermawan

Enam orang tersangka itu HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Semuanya memiliki peran berbeda. “Pada Maret 2019 HK menerima uang Rp 150 juta dan TJ mendapat Rp 25 juta dari seseorang. Seseorang itu kami kantongi identitasnya dan tim mendalami,” kata Iqbal.

Saat itu, pelaku diminta untuk membunuh dua tokoh nasional pada 21 Mei. Kemudian, TJ diminta lagi untuk membunuh dua tokoh nasional lainnya. Sehingga total ada empat tokoh yang ditarget. Perintah pembunuhan ini sendiri sudah diberikan oleh seseorang sejak Oktober 2018, yang artinya sudah terencana. Untungnya, pembunuh bayaran itu ditangkap polisi beserta sejumlah barang bukti seperti senjata api laras panjang dan laras pendek beserta peluru dan rompi antipeluru.

Baca juga : Kelar Kuliah Duduk di Taman Ketiban Keramik dari Lt. 6, Mahasiswi Trisakti Tewas

Sementara, untuk empat tersangka lainnya berperan juga sebagai eksekutor dalam aksi pembunuhan berencana ini. Ketika ditanya siapa saja tokoh nasional yang diincar, Iqbal tidak mau memerincinya. "Itu bukan kapasitas saya. Jadi, siapa tokoh itu tidak akan saya sebutkan," kilahnya.

Selain tokoh nasional, pimpinan lembaga survei juga diincar untuk dibunuh. “Beberapa kali sudah dipantau di kediamannya,” kata Iqbal. (LHTJ/JPNN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal