Dorong Gedung Gunakan Jasa BUMD Ini, Perumda PAL Jaya Komit Jadikan Jakarta Bersih Limbah

Rabu, 27 April 2022, 23:33 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah (Perumda PAL Jaya), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, terus berbenah melakukan yang terbaik untuk Jakarta.

Kinerja BUMD DKI ini tak bisa lagi dianggap remeh. Apalagi saat ini, mendapat penugasan baru dari Pemprov DKI yaitu mengelola limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3).

Selama ini, air bersih salah satu sumber daya alam terpenting bagi kehidupan. Namun, air bekas pakai atau air limbah mengandung banyak zat berbahaya dan tidak dapat dilepaskan begitu saja sebelum diolah.

Karena itu pula, penting untuk mengolah air limbah karena dapat memulihkan pasokan air dan melindungi planet dari racun. Dengan adanya, fasilitas pengolahan air limbah akan amat membantu seperti yang dilakukan Perumda PAL Jaya) Jakarta.

Berita Terkait : Diketok DPRD DKI, PAM Jaya Resmi Jadi Perumda Air Minum Jakarta

Direktur Teknik dan Usaha Perumda PAL Jaya Asri Indiyani menjelaskan, saat membahas air, orang cenderung memikirkan tentang air minum atau air bersih. “Sangat jarang orang membicarakan tentang pengolahan air limbahnya. Padahal, kota yang maju harus memiliki infrastruktur yang baik termasuk jaringan pengelolaan air limbah,” kata Asri di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Krukut, Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Asri yang jebolan Fakultas Tehnik Lingkungan ITB Bandung ini menambahkan, dari rencana 15 zonasi, yang telah dibuat saat ini baru ada zona 0. Yakni IPAL Krukut dan IPAL Setiabudi. “Di zona 0 ini panjang pipanya mencapai 128 km,” jelasnya.

Menurut Asri, IPAL di Indonesia saat ini baru ada di 13 kota. Salah satunya di kota Jakarta. “Harapan kita, akan berkembang dan lingkungan kita menjadi lebih bersih,” lanjut dia.

Asri menyebut bahwa jumlah pelanggan yang disebut dengan People Equivalent (PE) saat ini sekitar 2,4 juta yang telah terlayani. Tujuan terbangunnya IPAL Krukut tak lain untuk meningkatkan kualitas air limbah hasil olahan dari bangunan perpipaan di kawasan Jenderal Soedirman, SCBD, Senayan, Gatot Soebroto, dan Bendungan Hilir.

Berita Terkait : Dorong Pertumbuhan Ekonomi, DKI Gelar Jakarta Biennale dengan Judul "ESOK"

Asri menjelaskan, IPAL ini akan lebih menguntungkan bagi pelanggannya. Karena kalau pengelola gedung bikin sendiri pengolahan limbah, akan jauh lebih mahal.

“Misalnya untuk pengelola gedung, tidak harus membeli alat dan tiap bulan tidak harus mengecek sendiri kualitas limbahnya. Semuanya dikelola oleh PAL Jaya. Mereka hanya bayar tarif sesuai Pergub dan duduk manis. Karena itu, kami minta para pengelola gedung agar menyerahkan pengelolaan limbahnya kepada kami,” imbuh Asri.

Dia menerangkan, dengan begitu hemat bagi pengusaha dan pemerintah pun lebih mudah dalam pengendalian kualitas airnya. Perumda PAL Jaya terus berinovasi. Bukan hanya air limbah rumah tangga dan gedung perkantoran di sekitar area zonasi, namun juga akan mengelola limbah B3.

"Saat ini untuk limbah B3 sedang diuji coba. Semuanya bertahap,” tuturnya.

Berita Terkait : Demi Ciptakan Rasa Aman, Nasrullah: CCTV di Jakarta Harus Terintegrasi SKPD

Sementara Komisaris Utama Perumda PAL Jaya Andi Saputra akan terus mengawal para jajaran direksi untuk berbuat yang terbaik untuk kota Jakarta dibawah pimpinan gubernur Anies Baswedan.

"Kami di jajaran komisaris Perumda PAL Jaya akan terus mengawal dan membantu jajaran direksi dalam menangani limbah di Jakarta. Terutama dalam mengajak para pengelola gedung agar jadi pelanggan kami. Dan itu sesuai Pergub. Kemudian mengawal penugasan baru mengelola limbah B3," imbuh Andi yang juga mantan aktifis kebebasan pers dan didampingi Budi Siswanto selaku anggota Komisaris Perumda PAL Jaya. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal