Puan, Sarinah, dan Perjuangan Kartini Masa Kini

Kamis, 21 April 2022, 17:18 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Mal Sarinah kini punya wajah baru setelah rampung direnovasi. Berbagai kalangan berbondong-bondong menyambut dibukanya kembali pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat itu, tak terkecuali Ketua DPR Puan Maharani.

Puan sempat mengunjungi Sarinah pada akhir Maret lalu ditemani sepupunya, Puti Guntur Soekarno. Ketua DPP PDI-P itu pun antusias melihat wajah Sarinah yang kini cantik nan modern, tapi tetap mempertahankan ciri khasnya dengan hanya menjual produk lokal.

“Alhamdulilah, sekarang Sarinah yang diberikan namanya oleh Bung Karno, bisa dibuka kembali dan bagus banget,” kata Puan, Kamis (21/4/2022).

Baca juga : Kepemimpinan Puan di DPR Jadi Inspirasi & Implementasikan Perjuangan Kartini

Puan mengatakan, sejak awal Sarinah memang didirikan oleh kakeknya untuk membantu memasarkan produk lokal, khususunya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Namun sepeninggalan Bung Karno, Mal Sarinah sempat keluar dari tujuan awalnya itu. Mal itu sempat diisi oleh produk luar negeri, salah satunya adalah restoran cepat saji McDonalds. Tetapi, setelah rampung direnovasi dan dibuka kembali pada 21 Maret lalu, Mal Sarinah dikembalikan pada marwahnya dengan menjual 100 persen produk lokal.

“Mal Sarinah kembali menjadi satu-satunya mal di Indonesia yang tak ada produk impornya. Tentunya ini sangat membantu pengusaha lokal kita, khususnya pelaku UMKM,” ujarnya.

Bagi Puan, Mal Sarinah bukan sekedar pusat perbelanjaan biasa. Di dalamnya terdapat cita-cita Bung Karno untuk membantu perekonomian rakyat. Bahkan, sang kakek lah yang memilih nama “Sarinah” untuk bangunan pencakar langit pertama di Indonesia itu. Nama Sarinah sendiri diambil dari sosok pengasuh Soekarno saat kecil.

Baca juga : Tak Ada Status yang Jelas, Karyawan Perumda Dharma Jaya Resah

“Sarinah dianggap bagian dari keluarga. Dari Sarinah, Soekarno mengenal cinta. Sarinah tidak menikah. Selama tinggal bersama keluarga Sukemi, Sarinah juga tidak menerima gaji,” ungkap Puan.

Sementara selain sosok Sarinah, Indonesia juga pernah mempunyai sosok perempuan hebat yang dikagumi. Lahir di Jepara, 21 April 1879, dialah Raden Ajeng Kartini yang berperan besar dalam memperjuangkan kemajuan bagi kaum perempuan pribumi.

Memperingati hari Kartini yang jatuh tepat pada hari ini, Puan pun berharap makin banyak perempuan saat ini yang meneruskan perjuangan Ibu Kartini. Jika dulu Ibu Kartini memperjuangkan akses pendidikan yang setara bagi para perempuan, maka para kartini masa kini harus berjuang lebih baik lagi.

Baca juga : KPK Diminta Tak Main Mata Dengan Koruptor Formula E

“Dengan akses pendidikan yang saat ini sudah setara, maka Kartini masa kini tak lagi hanya terbatas menjadi ibu rumah tangga, tapi juga bisa membangun karir menduduki posisi-posisi strategis,” tandas Puan. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal