LampuHijau.co.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggelar vaksinasi Covid-19 booster Presisi Ramadan di Stadion Gelora Bung Karno pada Minggu (10/4) malam.
Kegiatan vaksinasi di tempat olahraga ini menargetkan 1.000 orang di suntik dan ada juga pemberian sembako berupa beras lima kilogram.
Namun, ada yang beda dari gerai vaksinasi di GBK, karena Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyediakan layar proyektor besar untuk menonton film netflix.
Sehingga, para peserta vaksin yang menunggu giliran, tidak jenuh karena bisa menonton film action yang disetel di layar monitor besar.
Baca juga : Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Buka Gerai Vaksin Booster di GBK
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan, pihaknya memilih GBK karena di sana menjadi pusat keramaian warga berolahga.
"Malam ini kami buka sentra vaksinasi booster presisi Ramadan, sengaja kami sediakan layar besar di sini agar warga yang menunggu bisa sambil nonton film," tegasnya.
Ia berharap, seluruh masyarakat dapat segera mendatangi sentra vaksinasi yang digelar oleh pihaknya.
Terutama bagi warga yang ingin melaksanakan kegiatan mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah pada akhir bulan April 2022.
Baca juga : Video Edukasi Prokes dan Vaksinasi Diyakini Menyadarkan Masyarakat
"Karena booster jadi syarat untuk warga yang ingin pulang kami, maka kami memfasilitasi bagi yang ingin booster untuk segera datang, ini demi kesehatan bersama," kata Auliansyah.
Sementara itu, Mela (26) warga Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat datang ke sentra vaksinasi untuk mendapat dosis ketiga atau booster.
Ia mengetahui di GBK ada sentra vaksinasi dari sosial media instagram Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.
"Sampai sini antreannya cepat, pelayanannya juga maksimal karena banyak tenaga medis yang dikerahkan," jelasnya.
Baca juga : Terima Audiensi PSSI, Wakapolda Metro Jaya Bahas Laga Perdana Liga 1
Mela juga baru pertama kali melihat di sentra vaksinasi Covid-19 ada layar proyektor untuk menonton film agar tidak jenuh menunggu antrean.
Ia sangat mengapresiasi inovasi nonton bareng di sentra vaksinasi yang digagas oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
"Semoga ini bisa ditiru karena jujur kalau menunggu itu kita jenuh, main hp bosen, sementara antreannya masih lama, mau ditinggal takut sudah dipanggil dan kelewat," terang wanita kelahiran 1995.