Satgas Pemburu Koruptor Dukung Interpelasi Formula E Kepada Anies Baswedan Dilanjut Lagi

Jumat, 8 April 2022, 15:17 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Kelompok massa tergabung dalam Satgas Pemburu Koruptor Formula E kembali turun gunung menggelar aksi Jumat Keramat di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (8/4/2022).

Dalam aksinya, mereka menyakini jika KPK selangkah lagi akan menaikkan status kasus dugaan korupsi Formula E ke tahap penyidikan. Dan para pendemo mendesak KPK segera memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Bank DKI dan Kadispora untuk mencari benang merah siapa pihak yang harus bertanggung jawab.

Baca juga : Sapu Lawan Koruptor Formula E: Tiket Justin Bieber Ludes Terjual, Tiket Formula E Ludes Anggarannya

"Selangkah lagi kasus Formula E ini bisa masuk ke tahap penyidikan. Keseriusan KPK sangat dinanti-nanti. Ayo KPK gas pol," tegas Koordinator Aksi Ali Ibrahim.

Selain itu, massa yang juga menyambangi Gedung DPRD DKI itu, Ali menegaskan pihaknya mendukung adanya permintaan interpelasi kepada Anies Baswedan soal pembayaran commitment fee Formula E Operation (FEO) yang saat ini mencuat kembali.

Baca juga : Aksi Jumat Keramat Bongkar Korupsi Formula E: Surat Sakti Anies Baswedan Ternyata Lebih Sakti dari Mbak Rara

Hal itu disampaikan lagi oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi usai dinyatakan dirinya tak melanggar kode etik. "Dari awal Formula E ini sudah banyak keanehan dan kejanggalan yang dipertontonkan. Kami sangat mendukung adanya interpelasi kepada Anies, dan Anies jangan paranoid. Hadapi saja, sebelum bolanya bergulir naik penyidikan di KPK," terang Ali lagi.

Menurut dia, banyak pihak menyoroti dan menyatakan bahwa proyek Formula E ini menjadi program yang merugi tidak mendatangkan keuntungan. Seperti yang disampaikan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria yang menyebut bahwa tahun perdana tidak dapat keuntungan.

Baca juga : Siap Dukung Anies Baswedan, Relawan di Depok Deklarasikan Sobat Anies

"Bayangkan, jika nantinya Gubernur DKI sudah bukan Anies Baswedan lagi. Apa tidak pening kepala nya harus bertanggung jawab kerugian negara tersebut. Sudah saatnya KPK harus segera memanggil Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menepis tudingan adanya pesanan politik. Sebab, Anies belum resmi sebagai Capres 2024," pungkasnya. (DTR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal