LampuHijau.co.id - Aksi 22 Mei yang berujung ricuh, dimanfaatkan penyebar hoax. Terbaru, informasi yang disebar bersama video tentang seorang anggota TNI AD memprovokasi massa di dalam masjid.
Di akun youtube pengunggah video tersebut, dituliskan narasi sebagai berikut: “#TangkapProvokator#BAISTNI#PERUSUHNKRI. Oknum BAIS TNI Provokasi Massa Aksi 22 Mei yang diduga dilaksanakan di Masjid Al Islah Petamburan, Jakarta Barat. Adapun biodata salah satu provokator adalah anggota Intelijen TNI AD bernama Serma Inf Aris oknum Intel AD diketahui Dikjur Intel di Pusdik BAIS TNI Cilendek, Bogor, Jawa Barat sewaktu berpangkat Sertu.
Baca juga : Diduga Provokator, Cowok Kurus Diamuk Massa Aksi 22 Mei
Informasi yang beredar, diketahui Serma Aris juga aktif di grup Bakor Intelijen, yang bersangkutan merupakan salah satu penetran TNI AD yang sempat mengikuti pembentukan dan dilatih di gunung pancar Bogor dibawah pimpinan pelatihan Mayor Iwan alias kurniawan yang katanya mantan ajudan Prabowo.
Selanjutnya, informasi yang berhasil dihimpun diketahui Serma Aris juga merupakan salah satu pengendali operasi cipkon di beberapa daerah termasuk wilayah Jateng, Jabar dan Jatim. Dalam video yang beredar, kegiatan pertemuan di masjid Al Islah Petamburan tersebut, tampak Serma Aris menyampaikan pendapat provokatif yang condong menyudutkan Polri dan memprovokasi untuk melakukan gerakan perlawanan terhadap Polri.”
Sementara, TNI menegaskan informasi itu oknum TNI adalah hoax. Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi memberi klarifikasi video itu disebut diambil seseorang di Masjid Al-Ishlah, Petamburan, pada 22 Mei 2019 pukul 11.45 WIB saat kerusuhan terjadi.
Sisriadi mengatakan, personel yang berpakaian loreng adalah anggota Yonif 315 yang BKO Kodam Jaya yang ditugaskan di Petamburan. Personel itu sedang melakukan pendekatan kepada tokoh agama untuk menenangkan massa yang emosional, tiba-tiba masuk seseorang ke dalam mesjid dan menyampaikan ujaran provokatif.
Baca juga : Safari Ramadhan, Lurah Utan Panjang Santuni 200 Anak Yatim dan Lansia
Berdasarkan informasi masyarakat sekitar Masjid Al-Ishlah, orang yang melakukan provokasi tersebut tidak dikenal dan bukan warga Petamburan. “Informasi yang disebar bersama video itu adalah hoax. Data tentang Serma Aris dalam video viral tersebut adalah data palsu yang dibuat orang yang tidak tahu tentang TNI AD,” kata Sisriadi dalam keterangan tertulis, Jumat (24/5/2019).
Sisriadi lalu menjabarkan hal-hal yang membuktikan tuduhan oknum itu anggota TNI adalah informasi palsu. Berikut ini datanya: (1) Penyebutan nama ditambah pangkat dan korps (Serma Inf Aris) adalah data palsu. Yang benar, Bintara TNI AD tidak memiliki korps. (2) Disebutkan yang bersangkutan lulusan Secaba tahun 2005 adalah data palsu. Yang benar, lulusan Secaba tahun 2005 baru akan berpangkat Serma paling cepat pada 1 April 2021. (3) Berdasarkan daftar nominatif personil Yonif 315, tidak ada anggota Yonif 315 bernama Serma Aris. (LHTJ)