LampuHijau.co.id - Pemprov DKI Jakarta di bawah pimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang menata Pasar Baru menjadi kawasan Little India. Tujuannya, antara lain untuk daya tarik wisata belanja tingkat dunia.
Program tersebut membutuhkan partisipasi publik, termasuk pemilik pertokoan dan aparat terkait di lapangan. Tujuannya, agar Pasar Baru tertib, nyaman, dan aman.
Baca juga : Usai Divaksin Booster, Lansia di Kabupaten Subang Dapat Minyak Goreng
"Ada kasus di lapangan berupa pemasangan kerucut-kerucut di depan Toko Tailor Diplomat, di persimpangan Jalan Pintu Air Raya menyita badan jalan dan trotoar. Selain mengganggu arus lalu lintas, juga menimbulkan kesan ekslusif ada area publik," ujar warga dalam laporannya ke redaksi lampuhijau.co.id, Jumat (25/3/2022).
Warga ini menjelaskan mengapa dibiarkan aparat terkait lainnya? Jika tidak ditertibkan dapat menjadi preseden buruk dalam penataan yang sedang digelar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Baca juga : Penuh Sampah dan Kumuh, Lahan Pertamina di Pancoran Buntu II Dikeluhkan Warga
Kasudin Dishub dan Transportasi Jakarta Pusat Wildan Anwar menegaskan, pihaknya sudah mencabut kerucut-kerucut atau traffic cones (CT) yang dipasang pemilik Tailor Diplomat tersebut. "Tadi pagi jam 10.00, kami telah mencabut CT yang dipasang pemilik Tailor Diplomat tersebut. Sebab, hal itu melanggar karena itu jalan umum.
Jadi, kami jelas tidak memihak siapa pun, dan yang melanggar kami tertibkan. Apalagi jalan di tikungan tidak boleh dihambat apapun," ujar Wildan Anwar kepada lampuhijau.co.id.
Baca juga : Sudah Lama Dinantikan, Pras Siap Hadiri Panggilan BK dan Minta Terbuka
Diperoleh informasi di lapangan, Tailor Diplomat ini tergolong terkenal. Karena banyak pejabat negeri ini dan para expatriat yang menjahit pakaian di tempat itu. Yang tentunya membutuhkan parkir yang strategis agar dekat lokasi di Jalan Pintu Air Raya No. 53 B, Jakarta Pusat. (ULI)