LampuHijau.co.id - Kakanwil Kemenkumham Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marciana Dominika Jone melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama di Nusa Tenggara Timur bersama Bank Pembangunan Daerah NTT. Kerja sama ini diteken langsung oleh Kakanwil Kemenkumham NTT Marciana Dominika Jone dengan Direktur Utama Bank NTT, dan disaksikan langsung oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Senin (21/03/2022) kemarin.
Tujuan dari penandatangan nota kesepahaman ini, dalam rangka mendukung dua program layanannya yang dilaksanakan pada Kemenkumham NTT sekaligus. Pertama, dalam meningkatkan pendaftaran di bidang perlindungan Kekayaan Intelektual (KI), khususnya produk-produk UMKM Binaan BPD NTT, dan mendukung pendirian Perseroan Perorangan sebagai salah satu program baru yang diluncurkan Kemenkumham RI pada bulan Oktober 2021, untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil mendirikan usahanya.
Kegiatan ini sebagai bukti potensi daerah untuk diusahakan secara produktif bagi kesejahteraan masyarakat NTT, dalam melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.
"Saya harus mengapresiasi semangat dan kerja keras Bank NTT melalui kerja sama dengan instansi terkait, untuk mewujudkan masyarakat mandiri dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa, mewujudkan kemandirian masyarakat desa, membantu dan meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa," kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu (23/3/2022).
Baca juga : Omicron Ngamuk, Kakanwil Kemenkumham DKI Tegaskan Layanan Keimigrasian Tetap Berjalan
Agar pengembangan UMKM ini terinfentarisir dengan baik, Gubernur meminta Bank NTT harus melirik produk-produk UMKM di beberapa sektor. "Bank NTT harus berperan besar dengan memberikan sentuhan lebih. Akhirnya produk yang dihasilkan masyarakat atau UMKM walaupun usahanya kecil namun produknya berkualitas premium," kata Gubernur.
Sementara Kakanwil Marciana mengapresiasi atas respons dan dukungan luar biasa dari Bank NTT. Tercatat, kerja sama ini sudah terjalin sejak tahun 2021 bersama Kanwil Kemenkumham NTT. Hasilnya, produk UMKM binaan BPD NTT mengalami peningkatan pendaftaran perlindungan kekayaan intelektual.
Baca juga : Wakil Ketua DPRD Depok Tawarkan Program Bedah Rumah di Gandul
Berdasarkan data yang diperoleh, sudah ada 157 Merek UMKM binaan BPD NTT yang difasilitasi dan terdaftar. Marciana juga menjelaskan, MOU yang dilakukan kali ini sebagai bukti nyata Bank NTT ingin mendorong UMKM binaannya berstatus usaha yang berbadan hukum melalui pendirian perseroan perorangan.
"Program ini sejalan dengan upaya Bank NTT dalam mengembangkan UMKM binaannya, dan mendorong usaha yang dibangun dengan status berbadan hukum melalui pendirian perseroan perorangan," kata Marciana. (yud)