HOAX

Beredar Video Kapolri Bolehkan tembak Masyarakat

Capture video hoax. (Foto: net)
Jumat, 24 Mei 2019, 14:47 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Beredar video berdurasi sekitar 9 detik yang menampilkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang tampak berbicara dengan anggotanya. Dalam video ini, terdengar ucapan Kapolri yang membolehkan menembak masyarakat.

“..masyarakat boleh ga ditembak?” Lalu dijawab oleh anggota yang berdiri di hadapannya dengan jawaban; “siap, boleh Jenderal”

Baca juga : Nggak Ada Ceritanya Ada LGBT di Polri, Polisi yang Melambai Dipecat!

Video ini kemudian beredar dengan narasi yang kurang lebih sebagai berikut, “Masyarakat boleh di tembak…. Di tembak pake senjata yang di beli oleh uang masyarakat…..”

Video tersebut dibagikan oleh akun Facebook Meme Comic Politik. Namun berdasarkan hasil penelurusan, ternyata video berdurasi 9 detik tersebut sudah mengalami proses penyuntingan.

Baca juga : Netizen Serang Video Andre Taulany Minta Maaf

Video berdurasi lebih lama, yaitu sekitar 15 detik diunggah oleh akun Herry Potlot di grup BERITA SEKITAR KARAWANG pada tanggal 16 Mei 2019, dengan narasi; “Lg rame gangster. Ini tindakan polisi..” Dalam video ini, terdengar ucapan Kapolri sebagai berikut: “Saya mau tanya, kalau di lapangan tiba-tiba ada orang bawa parang mau membunuh masyarakat, boleh enggak ditembak?” “Siap boleh jendral!” jawab anggota Brimob tersebut.

Orang yang membawa parang yang disebut Kapolri, identik juga dengan geng motor yang bawa parang kalau beraksi. Beberapa waktu belakangan, geng motor memang membuat resah warga Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek).

Baca juga : Menhub: Maskapai Harus Dengar Keluhan Masyarakat

Enggak main-main, geng motor untuk melancarkan aksinya sambil membawa senjata tajam, seperti celurit, parang, samurai, golok, gergaji es dan senjata tajam lainnya. Salah satu korban adalah pemuda 15 tahun bernama Danu Tirta. Dia harus meregang nyawa saat ikut konvoi Sahur On The Road (SOTR) bersama rekan-rekannya, pada Sabtu (18/5), sekira pukul 01.05 WIB, dini hari.

Awalnya, Danu ikut konvoi SOTR menggunakan motor berboncengan dengan adiknya. Namun, Danu tertinggal rombongan SOTR di Jalan Dr. Satrio tepatnya di depan Vihara, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan. (LHTJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal