LampuHijau.co.id - Sejak Senin (20/5/2019), lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah bersiaga guna mengantisipasi krisis kemanusiaan, yang mungkin terjadi dalam unjuk rasa massa pada Rabu (22/5). Ratusan relawan, dokter, dan armada disiagakan sebagai langkah mitigasi ACT dalam penanganan krisis kemanusiaan.
Salah satu armada ACT yakni Ambulans Pre-Hospital yang sejak Selasa (21/5) siang, siap siaga di titik krusial turut membantu sipil yang menjadi korban luka. Sebanyak dua unit ambulans ini disiagakan di Jl. MH Thamrin Tanah Abang dan di Taman Suropati Menteng.
Baca juga : Aa Gym: Kita Saudara, Hentikan Kekerasan
Diungkapkan Sella Eka Yulia Fitri, anggota Tim Medis ACT yang bersiaga di Tanah Abang, pihaknya disibukkan dengan penanganan medis terhadap korban massa pada Rabu dini hari. Ketika eskalasi krisis memuncak sekitar jam 1 dini hari hingga pagi hari.
"Tadinya dari jam 1 malam, tim kami berniat ingin istirahat (setelah memberi penanganan medis pada siang hari), dan subuh berangkat lagi. Tapi dini hari tadi, kami ke lokasi lagi karena banyaknya korban, dan pagi ini baru selesai aksi," terangnya seperti dilansir news.act.id, Rabu (22/5).
Baca juga : Ribuan Peserta Seni dan Budaya Unjuk Bakat di RPTRA Rasela
Dikatakannya, satu unit ambulans ACT hingga Rabu pagi kemarin, telah menampung sekitar 50 korban dengan berbagai cidera dan luka akibat bentrokan. Setelahnya, para korban ada juga yang dirujuk ke sejmlah rumah sakit seperti RSUD Tarakan, RS Pelni, dan RS AL Mintoharjo.
Sebelumnya, Koordinator Tim Medis ACT dr. Rizal Alimin mengatakan, tim disiapkan dalam tiga shift. Selain tugas berat, juga demi menjaga kesehatan relawan medis. "Dalam penugasan ini, kami akan memantau kondisi di lapangan, kondisi masyarakat juga. Kami juga menambah obat-obatan, oksigen disiapkan mengingat gejala yang muncul biasanya pingsan dan kelelahan," katanya. (Yud)