LampuHijau.co.id - Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen memenuhi kebutuhan kedelai lokal dengan mendorong produksi dalam negeri. Produksi kedelai lokal harus terus dipacu untuk memenuhi pasar domestik agar dapat dipenuhi secara mandiri.
Mengenai hal ini, Pakar Pagan dari Universitas Brawijaya, Sujarwo mendukung upaya kementan dalam meningkatkan produksi lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional. Terutama yang berkaitan dengan optimalisasi perwilayahan komoditas kedelai dan supporting sistemnya.
"Saya mendukung lebih ditingkatkan program-program pemerintah yang membangun optimalisasi perwilayahan komoditas kedelai dan supporting systemnya. Saya berharap hal Ini menjadi real sebgai buah dari semakin baiknya kelembagaan/korporasi petani," ujar Sujarwo, Jumat, 18 Februari 2022.
Meski demikian, Sujarwo mengatakan perlu adanya analisis yang presisi terkait lahan dan juga pasarnya. Jangan sampai, kata dia, pasar kedelai tidak dijaga, sehingga nantinya akan memiliki efek terhadap ketidakpastian harga yang tinggi.
Baca juga : Anggota Komisi III DPR Setuju Pelaku, Konsumen, dan Muncikari Prostitusi Dihukum Penjara
"Dalam hal ini, petani kedelai butuh bantuan pemerintah untuk mengawal produksinya dan membutuhkan lembaga penelitian untuk menghasilkan varietas yang lebih cocok adaptif dengan iklim tropis. Terutama untuk meningkatkan produktivitasnya," katanya.
Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat Entang Sastraatmadja berharap Indonesia mampu memproduksi kedelai lokal seperti layaknya Brazil dan negara Amerika Latin yang sudah memenuhi kebutuhan ekspor. Karena itu perlu di dukung oleh peneliti dan pemulia tanaman kedelai agar bisa menghasilkan bibit unggul.
"Kata kunci menghadapi masalah naiknya harga kedelai impor, tidak lain kecuali kita mampu menghasilkan kedelai seperti kedelai impor. Makanya saya berharap para peneliti dan pemulia tanaman kita mampu menghasilkan benih/bibit kedelai seperti yang ditanam di Amerika atau Brazil," katanya.
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Yadi Sofyan Noor mengatakan bahwa produksi kedelai lokal sudah dilakukan secara baik, terutama oleh jajaran Kementan yang memiliki tanggungjawab penuh terhadap produksi dan budidaya.
Baca juga : Bank DKI Dukung Penerapan Program Inklusi Keuangan
"Sudah sangat baik dan juga perlu didukung bersama. Saya kira Indonesia memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan kedelai lokal," katanya.
Sebelumnya Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki lima program kerja utama di tahun 2022. Kelimanya masuk pada program prioritas nasional (PN) yang meliputi penguatan ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas serta meningkatkan ketersediaan akses dan kualitas konsumsi pangan.
Diantaranya produksi padi sebanyak 55,20 juta ton, jagung 20,10 juta ton, kedelai 0,20 juta ton, bawang merah 1,64 juta ton, cabai 2,87 juta ton, bawang putih 91 ribu ton, kakau 790,80 ribu ton dan kopi 795,45 ribu ton.
Anggota Komisi IV dari Fraksi Nasdem, Yessy Melania menyambut baik semangat Kementan dalam mengembangkan sektor pertanian yang berdampak langsung pada naiknya kesejahteraan petani. Tapi Yessy berharap agar ke depan sektor pertanian bisa menjadi magnet baru bagi generasi muda yang memiliki kemampuan lebih dalam hal penguasaan teknologi.
Baca juga : Kapolres Subang Ingatkan Pentingnya Prokes ke Pelajar SMAN 1 Patokbeusi
"Pertanian ini bisa jadi magnet baru bagi masyarakat kita dan bisa menjadi guru untuk adik-adik kita yang baru. Kemudian juga mengisi waktu kosong bagi kaum wanita yang ada di daerah," tutupnya. (DTR)