LampuHijau.co.id - Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengapresiasi atas banyaknya usulan nonfisik yang diajukan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Prasetio menilai, usulan tersebut membuktikan cara berpikir warga Kebayoran Baru sudah semakin maju. Pujian tersebut disampaikan Prasetio saat membuka Musrenbang Kecamatan Kebayoran Baru, Kamis (17/2/2022).
Baca juga : Terkait Kasus Vaksin Kosong di Medan, DPR Bakal Bentuk Panja
"Ini menandakan warga Kebayoran Baru berpikir lebih maju dalam konteks kesejahteraan warga," ujar Prasetio.
Dalam Musrenbang yang digelar di Kantor Kecamatan Kebayoran itu juga dihadiri Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono; dan juga Anggota Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta, Esti Arimi Putri.
Senada dengan Prasetyo, Munjirin juga mengapresiasi Kecamatan Kebayoran Baru, yang telah berhasil menampung serta mengawal usulan warga mulai dari rembuk RW, Musrenbang kelurahan hingga tingkat kecamatan. "Alhamdulillah, saya lihat ada usulan non fisik sebanyak 49 usulan. Tentunya ini adalah sesuatu yang baik bahwa kegiatan pembangunan itu tidak hanya fisik saja, tetapi non fisik juga harus terbangun," terangnya.
Camat Kebayoran Baru Tomy Fudihartono menambahkan, Musrenbang tahun ini membahas sebanyak 639 usulan, dengan rincian 419 usulan fisik dan 49 usulan non fisik, serta 117 usulan keterkaitan pengadaan barang di setiap kelurahan.
"Kami juga mengusulkan prioritas yaitu pembangunan Puskesmas di Kelurahan Cipete Utara yang merupakan kewajiban dari ITC Fatmawati. Saat ini puskesmas masih ngontrak, mudah-mudah ini bisa terealisasikan di tahun 2023 nanti," tandasnya. (RBN)