LampuHijau.co.id - Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta mengungkapkan bahwa saat ini ada banyak cara yang dilakukan kelompok radikal dalam melakukan perekrutan terhadap masyarakat agar mengikuti jejaknya dalam menghancurkan negara.
"Misalnya orang biasa tapi ternyata terduga teroris, ini karena caranya berubah. Dari kekerasan, menjadi tanpa kekerasan. Kalau mereka menggunakan cara kekerasan seperti bom dan lain-lain akan merugikan mereka. Mereka mengubah strategi menjadi soft, jadi bisa menyusup ke masyarakat banyak, ke posisi strategis, Ke BUMN, organisasi dan sebagainya. Dan ini justru berbahaya, karena tidak diketahui dan kurang diwaspadai," katanya dalam webinar Pemuda Moeslim Jayakarta, Rabu, 16 Februari 2022.
Baca juga : Oknum Pemuda Pungli ke Pengunjung Pantai Pondok Bali Akan Ditindak Tegas
Namun disisi lain, Stanislaus menilai kinerja Densus 88 sejauh ini cukup baik, dimana banyak pelaku yang menyusup menjadi masyarakat biasa banyak ditangkapi. Walaupun pencegahan terorisme tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan. Harus ada kolaborasi dan kerjasama dengan masyarakat itu sendiri.
"Mencegah terorisme tidak cukup dengan aparat, tapi masyarakat yang terdekat, keluarga harus terlibat. Jadi harus sinergi dengan masyarakat, diberi edukasi pendeteksian dini, lalu quick respon. Saya kira ini penting karena jumlah aparat tidak cukup," katanya.
Baca juga : Di Pemprov Jakarta, Bank DKI Dukung Penerapan Program Inklusi Keuangan
Dalam kesempatan yang sama, Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid menyampaikan bahwa upaya lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penyampaian pemahaman tetoris Dalah melakukan evaluasi terhadap banyak organisasi agama. Termauk MUI sendiri.
"Saya ingin menjelaskan bahwa MUI dimana lembaga yang sangat sakral yang berkumpul dari para ulama sejatinya harus selalu dievaluasi, kemudian mengaudit wilayah bawahannya. Langkah ini penting karena sangat mengkhawatirkan sekali bahwa pelaku tindak terorisme yang ditangkap densus 88 dari MUI wilayah," katanya.
Baca juga : Kapolres Subang Jenguk Melani Cantika, Anak Asal Compreng Derita Lumpuh Otak
Habib Syakur mengapresiasi kinerja Densus 88 yang melakukan penelusuran sampai wilayah tertentu untuk memburu teroris dan mencegah penyebaran paham radikal.
"Kinerjanya sangat hebat dan mengambil kesimpulan dimana Tindakan dilakukan secara nyata. Maka densus 88 ini sebagai kesatuan khusus yang membuat rakyat menjadi tenang dan nyaman juga teratasi tindak pidana radikalisme dan terorisme," tutupnya. (DTR)