LampuHijau.co.id - Tingginya jumlah kasus Covid-19 varian Omicron menjadi perhatian kalangan politisi Kebon Sirih. Adanya himbauan untuk menutup sejumlah sekolah yang tinggi penyebaran kasus Covid-19 pun didukung penuh Fraksi Demokrat DKI Jakarta.
Adalah Ketua Fraksi Demokrat, Desie Cristhiyana Sari yang mengingatkan agar Pemda DKI melakukan langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.
"Kalau Kemenkes sudah memprediksi akan ada peningkatan jumlah kasus Omicron. Tentunya Fraksi Demokrat sangat mendukung penutupan sekolah untuk langkah pencegahan penyebaran Omicron," ujar politisi berwajah oriental itu kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Rabu (19/1/2022).
Baca juga : Nyuri Motor, Dua Pemuda Asal Subang dan Indramayu Bonyok Dimassa Warga Binong
Menurutnya, Fraksi Demokrat banyak mendapatkan keluhan orangtua murid. Dari pengamatannya, kekhawatiran adanya penyebaran Omicron di lingkungan sekolah berada pada masyarakat menengah atas.
Sementara, sambung Ketua DPC PD Jakpus itu, pada masyarakat menengah ke bawah masih menginginkan anaknya untuk melakukan sekolah tatap muka.
"Untuk bisa menyeragamkan saya kira perlu ada evaluasi terhadap kebijakan yang sudah ada. Jangan sampai membuat kebingungan di tengah masyarakat," paparnya.
Baca juga : Teknologi Digital Antisipasi Kejahatan Kemanusiaan saat Bencana
Untuk wilayah yang penyebaran Omicron tinggi, anggota Komisi B DPRD DKI itu meminta agar pemerintah di tingkat bawah cepat dan tanggap terhadap kasus Omicron.
"Kalau memang diperlukan lockdown lokal, yah lakukan. Kalau bisa ditanggulangi, yah isolasi mandiri sudah cukup," bebernya.
Desie melanjutkan, Pemda juga harus fokus terhadap penyebaran penyakit dampak banjir, seperti yang dialami masyarakat di dapilnya, yakni Jakpus.
"Pemda harus pula mengantisipasi DBD, tipes dan kekurangan gizi di DKI yang disebabkan dampak dari banjirnya. Dinkes harus mengirimkan tim dokter di wilayah rawan banjir. Penyakit kulit sudah terjadi di dapil saya, Jakpus. Masyarakat pun mengeluhkan yang sudah berobat ke puskesmas tapi tidak ada obat untuk penyakit kulitnya. Persoalan ini harus segera diantisipasi," pungkasnya. (DRI)