GPMT Optimis Industri Pakan Ternak Meningkat di Tahun 2022

Ketua GPMT Desianto B Utomo
Senin, 20 Desember 2021, 06:33 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) mencatat adanya tren penurunan pasokan jagung untuk pakan ternak seiring dengan peningkatan harga komoditas strategis itu selama satu kuartal terakhir. 

Di sisi lain, permintaan jagung untuk pakan itu stabil di posisi 650.000 sampai 700.000 ton per bulan untuk wilayah Blitar, Kendal dan Lampung. Ketua Umum GPMT Desianto B. Utomo menerangkan rentang waktu ketersediaan jagung itu turut mengalami penyusutan yang signifikan. 

Biasanya, ketersediaan jagung di sejumlah perusahaan produsen pakan ternak bisa mencapai 60 hingga 61 hari pada pertengahan tahun lalu. Saat ini, rentang ketersediaan jagung hanya mencapai 44 sampai 49 hari.

Baca juga : Munjirin Apresiasi Hotel di Jaksel jadi Restoran Terbaik Tingkat Nasional

Desianto mengatakan, sejak Indonesia pandemi, industri pakan mengalami penurunan yang sangat drastis. Bahkan, kata Desianto, alih-alih tumbuh 25 persen di 2020, justru mengalami kontraksi sebesar 10 persen.

“Selama pandemi 2020, kita mengalami kontraksi. Di tahun 2020 berharap tumbuh 25 persen, namun malah turun hampir 10 persen. Produksi pakan 2019 mencapai 20,5 juta ton, namun malah turun 9,8 persen. Produksi agro di 2020 hanya 18, 9 juta ton.” kata Desianto dalam webinar yang digelar pada Kamis 16 Desember.

Kendati demikian, seiring adanya penurun COVID-19 dan pelonggaran PPKM, pemerintah sudah membuka semua sector industri. Kondisi itu yang membuat Desianto yakin sektor pangan juga mengalami penigkatan.

Baca juga : Pendidikan Kader untuk Tingkatkan Kualitas dan Persiapan Pemilu 2024

“Dengan jumlah DOC Rp2,7 miliar, kita optimis bisa meningkat. Kebutuhan pakan tahun 2022, dicanangkan tumbuh 5-6 persen. Sehingga tahun ini dari 19,4 persen, nanti pada 2022 naik 5-6 persen, menjadi 20,4 persen. Ini pun dalam situasi belum normal.” kata Desianto.

Seiring dengan program pemerintah yakni pemulihan ekonomi nasional di berbagai sektor, Desianto pun mendukung kebijakan pemerintah. 

“Optimis ekonomi tumbuh 5 - 6 persen. Tahun depan kita optimis. Kita berharap bisa tumbuh lebih baik untuk broiler dan layer sampai 5-6 persen. Industri pakan ternak memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.” pungkasnya.

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal