LampuHijau.co.id - Lagi. Kurangnya pengawasan Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Sudin Citata) Jakarta Pusat terhadap bangunan kembali menimbulkan masalah. Kali ini, pembongkaran bangunan Sekolah Dasar (SD) 11 yang berada di Jalan Belakang Pasar Baru II, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat ambruk, Minggu (19/5/2019) siang, memakan korban.
Akibat kejadian tersebut, sebuah warung yang berada di sebelahnya hancur tertimpa reruntuhan bangunan. Pemilik warung, Lestari Ningsih (59), warga Pasar Baru Timur Dalam ditemukan tewas di tempat.
Yah, Minggu sekitar jam 10.45 siang, warga Jalan Kelinci Raya, RT 06/04 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat dikejutkan dengan ambruknya pembongkaran bangunan gedung SDN 11. Selain pemilik warung makan yang tewas, seorang karyawan warung bernama Wardah dan pelanggan bernama Yubianto Suparto juga ikut menjadi korban. Keduanya mengalami luka di bagian kepala.
Saat kejadian, korban Yubianto yang warga Tangki, Jakarta Barat sedang asik makan di warung tersebut. Yanti, saksi mata kejadian menambahkan, dirinya mengaku masih sangat terpukul atas kejadian tersebut. Terlebih, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Lestari Ningsih (59), sang pemilik warung, tewas seketika setelah tertimpa material bangunan.
Saat menceritakan kejadian, wajah Yanti masih terlihat pucat dan gugup. Sambil terduduk lemas di sebuah kursi plastik, akhirnya Yanti kembali melanjutkan kesaksiannya. Menurutnya, kejadian terjadi saat dirinya tengah asik memotong sayuran tak jauh dari lokasi kejadian.
Baca juga : Kapolda Beri Santunan Kepada Keluarga Polri yang Gugur Saat Pengamanan Pemilu
Sementara, sang majikan sedang berdiam diri duduk di dalam warung dan satu orang karyawan bernama Wardah (34) sedang melayani seorang pembeli bernama Yubianto Suparta (64). Saat tengah asik memotong sayuran itu, ia mengaku mendengar suara cukup keras dari dalam komplek SDN 11 Pagi Pasar Baru yang sedang dalam tahap pembongkaran.
"Awalnya saat saya lagi motong sayuran saya dengar ada beko (ekskavator) sedang bekerja merobohkan bangunan dari dalam sekolah," ucapnya, Minggu (19/5/2019).
"Saya enggak curiga apa-apa sih karena sudah seminggu ini memang suara beko selalu terdengar dari sini," tambahnya.
Tak lama berselang, tiba-tiba ia merasakan getaran yang cukup keras dan sempat mengira ada gempa bumi yang terjadi. Ia pun sempat ingin lari, saat sebuah batu berukuran kecil menimpa kepalanya.
"Pas saya mau bangun dari tempat duduk, saya kaget tiba-tiba tembok sekolah sudah ambruk menimpa warung," ujarnya.
Baca juga : Bawaslu Kota Tangerang Masih Kaji Terkait Pelanggaran Pemilu
Tak lama berselang, ia mendengar suara rintihan minta tolong dari balik reruntuhan warung yang sudah porak poranda tertimpa bangunan sekolah. "Saya lihat darah sudah dimana-mana, majikan saya juga sudah tergeletak di aspal enggak bisa gerak lagi," kata Yanti.
Melihat sang majikan bersimbah darah tergeletak di aspal, ia pun langsung meminta tolong kepada warga sekitar. "Kabarnya sih bu Lestari langsung mau dibawa ke kampung halamannya dan dimakamkan disana," ucapnya.
Menurut petugas Piket Reskrim Polsek Sawah Besar, Iptu Marzuki, yang terjun ke lokasi, kejadian bermula dari adanya pembongkaran bangunan SDN 11 Pasar Baru yang dilakukan oleh pemborong. Ketika proses pembongkaran, tiba-tiba ada tembok yang dirobohkan dan menimpa warung makan berisi tiga oramg korban.
Oleh warga, kedua korban kritis dibawa ke RS Husada. Sedangkan, korban meninggal dibawa ke RSCM.
Sementara, Lurah Pasar Baru Agus Yahya membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, satu orang korban meninggal dunia, sedangkan dua lainnya kritis. "Sekolah SD itu memang sedang proses pembongkaran dan tiba-tiba material bangunan menimpa warung yang ada di sisi sekolah," ujarnya.
Baca juga : Dongkrak Profesionalisme, Pegawai Hotel dan Restoran Ini Ikut Sertifikasi
Berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi kejadian dan pintu masuk sekolah sudah dipasang garis kuning oleh petugas kepolisian untuk memudahkan proses penyelidikan. Dari depan tampak sisi sebelah kanan bangunan yang terletak di Jalan Kelinci Raya itu sudah miring.
Sementara, pada bagian kiri bangunan, tepatnya di bagian atas masih terlihat puing-puing tembok. Parahnya, di sekitar sekolah tersebut juga tidak terlihat ada jaring-jaring pengaman standar prosedur.
Agus menambahkan, bangunan SDN 11 Pagi Pasar Baru yang ambruk disebabkan oleh kelalaian kerja. Sejak seminggu ini, pekerja bangunan sedang melakukan proses pembongkaran. "Sekolah SD itu memang sedang proses pembongkaran, tapi karena kurang ketelitian pekerjanya lalu roboh. Korban yang meninggal itu pemilik warung bernama Lastri, kepalanya kena tembok sekolah yang ambruk," paparnya.
Hingga kini, lima orang saksi sudah dibawa ke Polsek Sawah Besar untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar AKP Candra menegaskan, pihaknya masih memeriksa dua orang pekerja bangunan bernama Fajar Syahputra warga Depok dan Ali Imron (27). "Sementara ada dua orang yang kita periksa di Polsek Sawah Besar," singkatnya. (RKY)