LampuHijau.co.id - Pemprov DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi COVID-19. Seiring dengan menerapkan 3T, vaksinasi COVID-19 juga digalakkan pada sejumlah kelompok prioritas.
Kendati demikian, masih dibutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mengingat, vaksinasi COVID-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus COVID-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian. Hal ini terlihat dari kasus positif yang masih fluktuatif, dan kini mengalami kenaikan. Butuh kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini.
Baca juga : Pastikan COVID-19 Teratasi, Pemprov DKI Larang Libur Nataru dan Terus Gelar Vaksinasi
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 16.681 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 14.679 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 36 positif dan 14.643 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 55.264 orang dites, dengan hasil 6 positif dan 55.258 negatif.
Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. "Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 92.770 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 704.819 per sejuta penduduk," terang Dwi di Jakarta, Kamis (9/12/2021).
Baca juga : Kendalikan COVID-19, Saat Ini Jakarta Telah Gelar Tes PCR Kepada 668.803 Warga
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 39 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 278 (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 864.300 kasus.
Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 850.439 dengan tingkat kesembuhan 98,4%, dan total 13.583 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%. (ULI)