LampuHijau.co.id - Sebuah video yang diklaim pergerakan mahasiswa terkait Pemilu 2019 bikin heboh. Kabarnya, video itu unjuk rasa mahasiswa sebagai respons terkait kecurangan Pemilu kemarin.
“Mahasiswa trisakti dan jayabaya sudah mulai jalan td malam..tdk diliput oleh tv. Alhamdulillah adinda sdh bangun dari tidur syantik. Bangunkan saudara2mu. #RakyatTahuKalianCurang”. “Ayo adinda mahasiswa.. bergeraknya jgn hanya disekitar grogol. Bergerak ke DPR, BAWASLU, KPU, Komnas HAM #KedaulatanMilikRakyat,” begitu narasi dalam video tersebut.
Dalam video itu, mahasiswa Trisakti berkumpul malam-malam dan menyatakan sumpah berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan. Beberapa video di Youtube menuliskan keterangan Mahasiswa Trisakti Bergerak. Salah satu yang mengunggah video itu adalah akun Twitter @putrabanten80. “Aksi Mahasiswa Indonesia Di Kampus Univ.Trisakti Tadi malam (10.5.2019) Kami Mahasiswa Indonesia Berbahasa Satu: “BAHASA TANPA KEBOHONGAN” Sudah Saatnya Kalian Bergerak Serentak Wahai Generasi Muda Penerus Bangsa,” tulis akun @putrabanten80.
Baca juga : Tolak Pemilu Curang, Ribuan Emak-emak Minta IT KPU Diaudit
Fakta di balik video itu akhirnya terungkap. Kegiatan mahasiswa itu tidak terkait politik. Presiden BEM Universitas Trisakti Dinno Ardiansyah menjelaskan, kegiatan mahasiswa di video tersebut adalah bagian dari Malam Gelora. Kegiatan itu bertujuan untuk mendoakan korban Tragedi Trisakti.
“Malam Gelora sendiri itu kegiatannya kita berkumpul mendoakan di tempat abang-abang kita yang sampai saat ini belum menerima keadilan dari pemerintah. Dan juga di situ harapan bahwa pemerintah memiliki fokus dan juga keseriusan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” kata Dinno di Universitas Trisakti, Jakarta Barat.
Ia menegaskan, Malam Gelora merupakan rangkaian peringatan tragedi Trisakti 12 Mei 1998. Dinno menyebut, aksi itu digelar tiap tahun dan tidak ada unsur politis. “Jika itu ada isu miring tentang kegiatan ini diklaim oleh pihak-pihak tertentu, itu adalah oknum. Karena murni ini pergerakan secara alamiah dilakukan, setiap tahun kita lakukan,” jelasnya.
Baca juga : Ini 3 Permintaan Masyarakat Desa Pantai Bakti kepada Jokowi
"Ini memang kegiatan Trisakti, tidak ada unsur politis dan itu resmi legalitas dari kampus. Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian di sekitar Jakarta Barat,” tegas Dinno.
Hal senada disampaikan pejabat sementara (Pjs) Rektor Universitas Trisakti Ali Ghufron Mukti. Dia mengatakan, Malam Gelora merupakan cara mahasiswa Universitas Trisakti senantiasa mengingat perjuangan reformasi.
“Kita istilahnya apalagi di situasi kebatinan yang seperti sekarang ini lebih baik hati-hati, tetapi bahwa prinsip perjuangan nilai-nilai reformasi untuk tidak kita tenggelamkan. Tetapi terus bisa berkobar,” kata Ali. (LHTJ)