Diduga "Bermain" Lelang Jabatan, Anies Diminta Copot Kepala Dinas Kesehatan DKI

Kamis, 25 Nopember 2021, 15:55 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Jual beli jabatan di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, yang diduga dimainkan oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), harus bisa dibongkar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, selaku pemegang kekuasaan tertinggi di Pemprov DKI Jakarta. Mulai waktu yang lalu saat lelang jabatan, Wakil Kepala Dinas Kesehatan, semua sudah diprediksi dengan terpilihnya drg. Any Ruspianty yang diduga sudah disiapkan oleh oknum TGUPP untuk bermain proyek.

"Dugaan ini karena saat ujian diberikan nilai tertinggi dari calon lain. Padahal drg. Any cuma lulusan dokter gigi. Dan tidak punya ijazah master kesehatan (M.Kes). Dan seharusnya Any tidak lolos syarat administrasi, karena harus ada gelar M.Kes," kata sumber yang enggan disebut namanya, Kamis (25/11/2021).

Baru baru ini, isu Kepala Dinas Kesehatan jual beli jabatan untuk membangun dinasti di Dinas Kesehatan dengan TGUPP kembali ramai diperbincangkan. Terbukti saat ada penerimaan calon Wakil Direktur RSUD Tarakan (eselon 2), disebutkan bahwa persyaratan khusus yaitu harus berpendidikan Manajemen RS (MARS) dan harus pernah menjabat KABID (kepala bidang).

Berita Terkait : Lantik Menwa DKI, Anies Didaulat Jadi Penasehat

"Pada kenyataannya yang lolos administrasi bukan yang sesuai kriteria persyaratan khusus diatas. Permainan seperti ini diduga cara Kepala Dinas Kesehatan menjegal karier orang," papar sumber ini.

Padahal Gubernur saat lelang jabatan baru-baru ini marah kepada semua eselon III, karena tidak ikut lelang eselon II. Sekarang malah Dinas kesehatan membatasi dan tidak konsekuen dengan peraturannya.

Sebagai contoh, Dirut RSUD banyak yang tidak MARS 1. dr Banjar, Dirut RSUD Koja, 2. dr Yudi, Dirut RSUD Pasar Minggu, 3. dr Dian, Dirut RSUD Tarakan, 4. dr. Agus Ariyanto, Dirut RSUD Pulau Seribu tidak pernah jadi Kabid, 5. dr. Herni, Dirut RSUD Tamansari.

Berita Terkait : Penanganan Banjir Ibu Kota, PSI: Janji Anies Banjir Surut 6 Jam Meleset

Sedang persyaratan kedua harus pernah menjabat Kabid, namun tetap lulus, antara lain 1. dr Luigi, Dirut RSUD Duren Sawit, 2. dr Ballan, Dirut RSUD Kalideres, 3. dr. Winarto Agd, Dinas Kesehatan.

Masih kata sumber ini, ketidakjelasan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta ini jelas menghalangi konsep Gubernur Anies Baswedan yang transparan dalam Lelang Jabatan. "Dan ini mempermalukan Gubernur Anies. Karena membuka celah dalam pemerintahan gubernur Anies yang tidak profesional dalam hal Lelang Jabatan," ungkapnya.

Ketika ditanya ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DKI Jakarta permasalahan ini, jawaban BKD adalah mereka sebenarnya yang membuat kriteria itu adalah pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Sementara jawaban Dinas Kesehatan yang membuat kriteria itu BKD.

Berita Terkait : Telah Dibahas Bersama DPR, Haji Tahun Ini Dibatalkan demi Keselamatan Jamaah

"Kebodohan Dinas Kesehatan dalam membuat manuver yaitu BKD DKI Jakarta punya persyaratan umum. Sementara persyaratan khusus yang membuat adalah Dinas Kesehatan sebagai user," papar sumber ini.

Sumber ini menambahkan, ini adalah cara Kepala Dinas Kesehatan membentuk dinasti. Karena pemenangnya sudah pasti. Yaitu dr. Weningtyas dan dr. Alifianty. 'Bila terbukti ada permainan jual beli jabatan, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, BKD dan TGUPP, maka gubernur harus berani mencopot Kadis Kesehatan dan Kepala BKD dan mengevaluasi TGUPP," imbuh sumber ini.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kadis Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti via WhatsApp, yang bersangkutan tidak merespons. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal