Pastikan COVID-19 Teratasi, Pemprov DKI Larang Libur Nataru dan Terus Gelar Vaksinasi

Senin, 22 Nopember 2021, 20:31 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Dalam rangka memutus mata rantai penularan COVID-19, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan upaya nyata. Mulai dari imbauan 5 M, 3 T, vaksinasi berkesinambungan.

Hasilnya cukup menggembirakan. Artinya, warga yang terpapar dari waktu ke waktu, terus mengalami penurunan. Namun, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan meniadakan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini ditempuh mengikuti anjuran pemerintah pusat, dengan tujuan menekan terjadinya kerumunan di setiap terminal, bandara maupun stasiun kereta api.

Langkah ini diyakini bisa menekan penularan COVID-19. Pemprov DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi COVID-19. Seiring dengan menerapkan 3T, vaksinasi COVID-19 juga digalakkan pada sejumlah kelompok prioritas.

Baca juga : Cegah Covid-19, Masyarakat Diajak Patuhi Prokes dan Ikut Vaksinasi

Kendati demikian, masih dibutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mengingat, vaksinasi COVID-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus COVID-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian. Hal ini terlihat dari kasus positif yang masih fluktuatif dan kini mengalami kenaikan. Butuh kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 12.565 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 10.428 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 26 positif dan 10.402 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 36.692 orang dites, dengan hasil 5 positif dan 36.687 negatif.

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen). Artinya, target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

Baca juga : Cegah Keterpaparan, DKI Terus Gelar Vaksinasi COVID-19

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 102.195 orang dites PCR. Sementara total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 682.413 per sejuta penduduk," terang Dwi di Jakarta, Senin (22/11/2021).

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 36 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 460 (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 863.482 kasus.

Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 849.448 dengan tingkat kesembuhan 98,4%, dan total 13.574 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%.

Baca juga : Update COVID-19, Hari Ini: 12 Orang yang Terpapar

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 0,6%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,9%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Sementara proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 11.052.937 orang (123,6%), dengan proporsi 67% merupakan warga ber-KTP DKI dan 33% warga KTP non DKI. Jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 1.311 orang. Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 8.859.875 orang (99,1%), dengan proporsi 70% merupakan warga ber-KTP DKI dan 30% warga KTP Non DKI. Jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 3.919 orang. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal