LampuHijau.co.id - Pemkot Jakarta Utara terus melakukan berbagai upaya untuk mempopulerkan kebudayaan Betawi. Salah satunya dengan menggencarkan pelestarian kebudayaan pada seluruh lapisan masyarakat. Pelestarian dilakukan dengan menerapkan delapan ikon budaya Betawi, sebagai wujud kebangkitan nilai sejarah Jakarta.
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, pelestarian ini juga bagian dari amanah Peraturan Gubernur Nomor 11 Tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi. Penerapan ikon ini dimulai dari lingkungan kerja pemerintahan hingga melebar kepada masyarakat di Jakarta Utara. Dalam Pergub tersebut, delapan ikon Betawi ini yaitu Ondel-ondel, Kembang Kelapa, Ornamen Gigi Balang, Baju Sadariah, Kebaya Kerancang, Batik Betawi, Kerak Telor, dan Bir Pletok.
"Kita mulai dari kantor-kantor pemerintahan, baik pada fisik gedung hingga berbagai acara yang menerapkan ikon Betawi. Hingga nantinya bisa dicontoh oleh pelaku usaha dan lingkungan masyarakat," kata Ali, Rabu (27/3/2019).
Baca juga : Asyik, Siswa SD di Jakut Dapat Makanan Tambahan Bergizi
Sebagai contoh, kata dia, beberapa bagian yang harus dilestarikan adalah Ondel-ondel, Kembang Kelapa, dan Ornamen Gigi Balang. Semua warisan budaya itu dapat diterapkan di setiap kantor pemeintahan, termasuk pengenaan Baju Sadariah, Kebaya Kerancang, dan Batik Betawi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), serta penyediaan Kerak Telor, dan Bir Pletok pada setiap kegiatan. Hal ini juga diharapkan dapat diterapkan pada sejumlah pelaku usaha dan masyarakat luas. Sehingga kebudayaan Betawi ini akan lebih kental terasa di wilayah Kota Jakarta Utara.
Festival kebudayaan Betawi tahunan pun tengah direncanakan sebagai wadah ekspresi para seniman Betawi Jakarta Utara. "Kita coba akan berkolaborasi dengan UMKM masyarakat untuk mengakomodir misalnya sourvernir, hadiah, atau pakainya batik berbudaya Betawi. Sehingga turut menggerakkan perekonomian warga," katanya.
Sementara Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Utara Rus Suharto menerangkan, pelestarian budaya Betawi ini merupakan salah satu cara membangkinkan nilai sejarah Jakarta. Apalagi Jakarta Utara terbukti menjadi wilayah dimulainya peradaban di Jakarta, dengan masuknya berbagai bangsa dunia melalui pesisir Utara Jakarta.
Baca juga : Perhatian! Ada Sholawat dan Doa Bersama, Kendaraan Tidak Bisa Masuk Polda
"Ini juga sebagai daya tarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Nilai sejarah di pesisir Jakarta Utara ini sangat tinggi," jelasnya.
Ditambahkan dia, pelestarian budaya juga bermanfaat bagi penerus bangsa agar mampu mengenal nilai sejarah Jakarta. Seperti penggunakan Ondel-ondel untuk menakuti kolonial penjajah masuk ke Jakarta melalui kawasan pesisir.
"Salah satunya ini dapat menjadi pembelajaran sejarah bagi masyarakat luas. Terutama menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam sejarah tersebut dan menerapkannya di masa saat ini," tutupnya. (Sep)