LampuHijau.co.id - Lurah dan camat di wilayah Jakarta Selatan diminta untuk melakukan penanaman pohon anggur di halaman kantor kelurahan dan kecamatan. Sehingga masyarakat yang datang ke kantor kelurahan dan kecamatan akan tertarik untuk menanam pohon anggur di rumahnya masing-masing.
"Saya akan minta semua camat dan lurah di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan, untuk menanam anggur di kantor kecamatan dan kelurahan masing-masing," kata Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin, saat memulai penanaman bibit anggur secara simbolis di halaman Kantor Kelurahan Pasar Minggu, Selasa (2/11/2021).
Munjirin pun berharap, Kota Jakarta Selatan dapat menjadi Kota Anggur layaknya Kampung Anggur Plumbong di Desa Sumbermulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk mewujudkan harapan itu, Pemkot Jakarta Selatan berkolaborasi dengan Toni selaku Penggiat Anggur Manies Indonesia (PAMI) sekaligus Founder dari Komunitas Anggur Jakarta (KAJ).
Baca juga : Pemdes dan Kelompok Masyarakat Didorong Gelar Vaksinasi Massal
Selain untuk penghijaun dan mengurangi polusi udara, diungkapkan Munjirin, anggur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh karena memiliki antioksidan yang tinggi.
"Jadi, ini adalah salah satu dari sekian cara untuk mengurangi polusi udara. Kalau anggur itu dikonsumsi, otomatis daya tahan tubuh kita akan meningkat. Jadi, tepat sekali ditanam," jelas Munjirin.
Munjirin pun menyampaikan alasan pihaknya mengawali penanaman anggur di seluruh kelurahan dan kecamatan, termasuk kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
Baca juga : ATR/BPN Jakbar Jemput Bola ke Masyarakat Bantu Verifikasi Status Tanah K3
Dirinya berharap, agar pohon anggur yang tumbuh subur dan berbuah dapat dilihat masyarakat. Sehingga masyarakat akan mencontoh dan tergerak untuk menanam pohon anggur di rumahnya masing-masing. Sehingga gerakan penanaman anggur itu akan berkembang secara masif di wilayah Jakarta Selatan.
"Gerakan ini terinspirasi dari penanaman anggur yang ada di Yogyakarta, itu awalnya ditanam oleh satu orang kemudian dilirik tetangga kanan-kiri hingga akhirnya meniru. Akhirnya satu kampung itu terkenal sebagai Kampung Anggur," ungkap Munjirin.
"Nah, kita harapkan di Jakarta Selatan akan seperti demikian," tambahnya. (RBN)