Pemkot Jaksel Dukung Seniman Hidupkan Kawasan Kemang

Kamis, 21 Oktober 2021, 22:33 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pemerintah Kotamadya (Pemkot) Jakarta Selatan mendukung upaya para seniman untuk menghidupkan kembali kawasan Kemang yang sempat redup akibat terdampak pandemi Covid-19.

Pameran publik yang digelar para seniman Indonesia Contemporary Art & Design (ICAD) ini diharapkan bisa membangkitkan perekonomian di kawasan Kemang. Hal itu disampaikan Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin saat membuka pameran ICAD XI, di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2021). Beragam instalasi karya seni seperti patung berbahan batu hingga logam menjadi bagian pameran ICAD.

Munjirin mengungkapkan harapannya atas kegiatan yang didukung oleh Milan SuperDesign Show, La Biennale, dan London Design Siennale itu. Menurutnya, kegiatan seni rupa yang dihadirkan oleh sebanyak 52 seniman dari dalam dan luar negeri itu mampu menghidupkan kembali kawasan Kemang. Sehingga membuka kembali peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya warga Kemang.

Baca juga : Elemen Masyarakat Dukung Walikota Cirebon Mencerdaskan Anak Bangsa

"Kegiatan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan Kemang. Ini yang kita harapkan, kolaborasi dan inovasi semua pihak untuk membangun kembali perekonomian yang terdampak pandemi," ungkap Munjirin usai peresmian ICAD XI pada Kamis (21/10/2021).

Terkait hal tersebut, dirinya menetapkan ICAD ke dalam calender of event Jakarta Selatan. Sehingga kegiatan serupa akan digelar rutin setiap tahun mendatang.

"Harapan ke depannya, tentunya kegiatan ini semakin membumi lagi, semakin luas lagi dan semakin diketahui banyak orang. Kita akan masukkan ke dalam calender of event Jakarta Selatan, sehingga bisa dilaksanakan setiap tahun dengan skala yang lebih luas lagi," jelas Munjirin.

Baca juga : Meli LIDA Ingin Lebarkan Sayap Ke Dunia Akting

Sementara Pendiri sekaligus Direktur ICAD, Diana Nazir mengungkapkan, pihaknya mengangkat tema 'Publik' yang menghadirkan 35 program, mulai dari pemutaran film, masterclass, diskusi, workshop secara hibrid selama enam pekan, mulai dari 21 Oktober 2021 hingga 28 November 2021.

"Pandemi telah berdampak besar bagi semua, kita dihadapkan pada tantangan dan dipaksa untuk beradaptasi dan berubah. Cara kita bekerja, berkomunikasi, membuat pilihan, dan mencari informasi telah berubah, sebagaian besar karena kesediaan kita untuk mengadopsi berbagai alat dan layanan digital baru," papar Diana.

"Di masa akan datang, covid-19 tidak akan menghilangkan nilai dari pameran tatap muka, melainkan menimbulkan berbagai cara baru untuk mempresentasikan dengan lebih kreatif," tandasnya. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal