Raih 3 Medali di PON Papua, Pengprov IMI DKI Tatap PON XXI/2024 di Medan dan Aceh

Rabu, 13 Oktober 2021, 17:27 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Laga cabang olahraga bermotor PON XX Papua 2021 secara resmi telah berakhir. Tim bermotor DKI juga telah kembali ke Ibu Kota secara bertahap.

Pada tahap awal, rombongan atlet bermotor nomor road race dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengprov IMI DKI Jakarta Anondo Eko Oetomo, tiba pada Minggu (10/10/2021) malam. Kemudian rombongan kedua, atlet dan tim pendamping motocross dipimpin oleh manajer tim Dodi Irawan, juga tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang Banten.

Meski "gagal" memenuhi target sapu bersih medali emas dari delapan kelas yang dipertandingkan, Manager Tim Cabor Bermotor DKI Jaya Dodi Irawan mengaku cukup puas dengan pencapaian timnya yang meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu atau 3 Medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Berita Terkait : PAN Kritik Bansos Pemprov DKI Tak Penuhi Asupan Gizi

"Sebenarnya hasil ini jauh dari harapan, jauh dari target kita. Tapi ya, cukup puaslah dengan hasil ini. Kita bersyukur pebalap kita bisa sehat walafiat dan bisa kembali ke keluarga," ungkap Dodi, Rabu (13/10/2021).

Sekretaris Umum Pengprov IMI DKI ini mengakui, banyak faktor nonteknis yang menjadi kendala tim bermotor di tengah tekanan tim tuan rumah. Faktor nonteknis itu sangat kentara di nomor road race, saat dua pebalap DKI jatuh di dua nomor yang berbeda. Bahkan pebalap Andi Muhammad Fadli harus menginap di RS akibat dislokasi tulang hasta, usai keluar lintasan dan jatuh berguling di tanah.

“Ya, kami memang benar-benar berjuang keras mengatasi kendala non-teknis itu. Berkat dukungan CdM DKI di Merauke bapak Gde Sardjana dan juga pengurus KONI DKI Jaya lainnya, semangat serta mental anak-anak bisa terjaga. Saya berharap pada PON Aceh-Sumut 2024 mendatang penyelenggara lebih fair lagi,” ungkapnya.

Baca Juga : Wow! Dalam Satu Jam Liquid Vape Tercyduk Terjual 512 Botol oleh Majlis Lucu Indonesia

Ketum Pengprov IMI DKI Anondo Eko Oetomo yang akrab disapa Eko, sebelumnya juga tidak habis pikir, atlet bermotor DKI yang berlaga di sirkuit Freegeb Waninggap Tanah Miring Kabupaten Merauke, Papua, datang ke provinsi paling timur di Indonesia itu dengan segudang prestasi tingkat nasional dan internasional jauh di atas rata-rata pebalap daerah.

Dengan latar belakang pebalap itu, tanpa bermaksud jumawa, Eko menjuluki timnya dengan The Dream Team. Namun pada akhirnya tim DKI harus puas menyaksikan tim tuan rumah di podium medali.

"Pebalap kita ini predator semua mas. Pembunuh berdarah dingin. Begitu sudah di arena balapan, baik roadrace maupun motocross, semua lawan dilibas tanpa ampun. Bisa dicek peraih emas PON, khususnya dari Papua, apa ada yang pernah juara di Kejurnas roadace dan motocross," ungkap Eko.

Baca Juga : Polres Subang Gelar Vaksinasi 2.852 Lansia Sambil Bagikan Sembako

Menurutnya, usai Q3 penentuan hasil kualifikasi terakhir sebelum balapan dimulai. Masing-masing Pebalap tentunya sudah menjajal setting-an yang pas sehari sebelum race. Setelah setelan dirasa cocok, semua sepeda motor di karantina dengan penjagaan panitia. Namun pada hari H race, panpel merubah regulasi secara tiba-tiba dan mekanik harus kembali bekerja keras mengubah setting-an motor.

"Panitia merubah regulasi last minute. Setting-an motor saat Q3 dan race berubah semua, termasuk juga penggunaan bahan bakar. Ya, kita bisa lihat sendiri saat trek lurus, pebalap tuan rumah selalu unggul jauh padahal motor sama.

Anak-anak kita setengah mati ngegas masih aja gak ke uber. Tapi apapun hasil di Papua ini kita terima dengan segala kekurangannya, Kita lihat nanti di PON Sumut-Aceh 2024 mereka (peraih emas PON Papua) bisa juara lagi gak," kata Eko. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal