PON XX PAPUA

Lewat Perjuangan Keras, Andika Pegulat DKI Persembahkan Emas

Rabu, 13 Oktober 2021, 15:19 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pegulat andalan DKI Jakarta, Andika Sulaeman, tampil perkasa untuk merebut medali emas di kelas 77 kg greco roman, di hari keenam pentas gulat PON XX Papua, Rabu (13/10) di GOR Head Sai, Merauke. Andika Sulaemen berturut-turut mengalahkan Paulus Sarwa (Papua), Prija Iska Ahmad (Banten), Kusno Hadi (Kaltim), dan Supriyono (Jatim), untuk mempersembahkan medali emas pertama bagi DKI Jakarta.

DKI Jakarta masih berpeluang menambah perolehan medalinya dari dua pegulat seniornya yang baru bertanding di hari terakhir, Kamis (14/10/2021) besok, yakni M.Rudiansyah di kelas 87 kg dan Nur Rusli di kelas 130 kg.

“Selamat untuk keberhasilan Andika Sulaeman, dia memang pantas memperolehnya,” ucap Steven Setiabudi Musa, Ketua Pengprov PGSI DKI Jakarta 2015-2020.

Berita Terkait : Sukses Juara Umum, Pebiliar DKI Jakarta Sabet 6 Emas

Steven, yang kini Sekjen PP PGSI, mendampingi langsung Andika Sulaeman saat tampil di PON XIX 2016, Bandung, Jabar. Kala itu, Andika gagal menjejak duel pamungkas, diungguli pegulat tuan rumah.

“Kekecewaannya saat itu kini sudah tergantikan dengan sukses merebut medali emas,” ujar Steven, yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta.

Ucapan selamat juga disampaikan Heru Pujihartono, Wakil Ketua Pengprov PGSI DKI Jakarta 2020-2024. “Alhamdulillah, Andika tampil luar biasa untuk mengalahkan lawan-lawannya,” kata Heru, yang menjadi manajer tim gulat PON DKI Jakarta, walau di saat akhir tidak bisa mendampingi pegulatnya ke Papua, sehingga tugasnya digantikan oleh asisten manajernya, Agung Nugraha Santosa.

Berita Terkait : Berkat Kerja Keras, Dua Petinju DKI Torehkan Dua Emas

“Target sudah tercapai,” kata Agung Nugraha Santosa yang ditemui seusai pertandingan Andika.

“Tentunya kita berharap ada tambahan medali, dari Rudiansyah dan Nur Rusli. Semoga mereka bisa memaksimalkan penampilannya besok,” ujar Agung.

Duel di kelas 77 kg ini hanya diikuti oleh lima peserta, sehingga pertandingan menggunakan sistem nordic atau round robin. Andika mengalahkan semua lawannya dari babak pertama sampai babak keempat. Ia berturut-turut mengalahkan pegulat tuan rumah, Paulus Sarwa, dengan kemenangan jatuhan atau touche di babak pertama. Di babak kedua, Andika, kelahiran 15 Mei 1997, unggul atas pegulat muda asal Banten, Prija Iska Ahmad, juga dengan kemenangan jatuhan atau touche.

Berita Terkait : Crosser Alfarizi Raih Emas, Eko: Banyak Hal Nonteknis Dialami Pebalap DKI

Di babak ketiga, Andika berhadapan dengan lawan beratnya dari Kaltim, Kusno Hadi. Kali ini Andika tidak menemui kesulitan berarti. Andika unggul angka mutlak, 8-0, di babak pertama. Di gaya greco roman, jika terjadi perbedaan 8 poin, maka pertandingan akan dmenangkan pegulat yang unggul poin tersebut.

Di babak keempat, Andika menghadapi pegulat unggulan lainnya, Supriyono (Jatim). Lagi-lagi tak perlu waktu lama bagi Andika untuk menuntaskan pertandingan. Tak sampai dua menit diperlukan Andika untuk mempersembahkan medali emas bagi DKI Jakarta.

Andika mengungguli Supriyono dengan skor 8-0 dalam waktu kurang dari dua menit. Keberhasilan Andika Sulaeman ini disambut histeris oleh keluarga besarnya yang menonton melalui live streaming di Kawasan Pademangan, Jakarta Utara.(ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal