LampuHijau.co.id - Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal) Laksamana Pertama TNI Nazali Lempo memimpin apel bersama polisi militer dan provos TNI AL wilayah Jakarta, dalam rangka kesiapan pengamanan Pemilu 2019 di Mako Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (27/3/2019). Apel ini sekaligus menegaskan netralitas personel TNI AL dalam Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019, serta meningkatkan sinergisme TNI-Polri. Turut hadir Paban Asisten Kasal, Asisten Pangkotama, dan para Asisten Danlantamal III Jakarta.
"Juga untuk mengecek kesiapan personel polisi militer dan provos TNI AL dalam rangka mendukung pengamanan Pemilu 2019, agar jajaran selalu siap jika sewaktu-waktu ada pengaduan dan permintaan dukungan personel," ujar Nazali.
Baca juga : Maksimalkan Mitigasi Bencana, LIPI Gelar Diskusi Bersama Universitas Filipina
Kegiatan ini juga merupakan kelanjutan implementasi apel bersama tingkat nasional kesiapan pengamanan Pemilu 2019, oleh Menko Polhukam Wiranto, di lapangan Halim Perdanakusuma, Jumat (22/3) sebelumnya.
“Pemilu 2019 merupakan pesta demokrasi bangsa Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak, baik pemilihan presiden maupun pemilihan legislatif. Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia internasional apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin nasionalnya," papar Nazali.
Baca juga : Tarif Ojol Baru Harus Seiring dengan Keselamatan & Keamanan
Menurutnya, sukses-tidaknya perhelatan pesta demokrasi lima tahunan, sangat bergantung kepada semua pihak, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung. Bukan hanya partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk patuh pada berbagai ketentuan yang ada, begitu pula fungsi dan peran TNI-Polri khususnya polisi militer dan provos TNI AL. Karena juga menentukan suksesnya pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
"Danpuspomal mengharapkan prajurit polisi militer dan provos TNI AL serta keluarga agar dewasa dan bijak dalam penggunaan media sosial, serta dapat menetralisir berita-berita yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya. (RIZ)