PON XX PAPUA

Lapangan Tanpa CCTV, Atlet Motocross DKI Sumbang Tiga Medali

Sabtu, 9 Oktober 2021, 20:23 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Djamhuron P. Wibowo mengapresiasi perjuangan atlet bermotor DKI, yang berjuang membela panji-panji Ibu Kota dalam perhelatan PON XX Papua pada laga final motocross di sirkuit Freegeb Waninggap, Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua.

Pebalap Ibu Kota berhasil memperoleh 3 medali, satu emas, satu perak dan satu perunggu. IMI DKI sebelumnya menargetkan juara umum cabor bermotor.

"Atlet-atlet motocross kita sudah berjuang mati-matian dengan semangat yang tinggi. Kita apresiasi seluruh perjuangan atlet, official dan seluruh tim di Merauke. Memang saya lihat banyak kekurangan dalam penyelenggaraan," ujar Djamhuron saat diwawancarai diakhir lomba, Sabtu (9/10/2021).

Baca juga : Selfie Ajeng, Pegulat Putri DKI Duel di Kelas 50 Kg Optimis Raih Emas

Usai race yang berlangsung sengit, Djamhuron bersama CdM DKI wilayah Merauke dan Ketua Posko DKI RJB Bangkit mendatangi paddock DKI, dan disambut langsung Ketua Pengprov IMI Anondo Eko Oetomo, Manager tim Dodi Irawan, para pebalap, dan seluruh tim mekanik bermotor PON.

CdM DKI Jakarta wilayah Merauke Gde Sardjana mengakui, selama pelaksanaan cabor bermotor kesiapan panitia pelaksana sangat jauh dari harapan, bahkan terkesan menguntungkan tuan rumah penyelenggaraan.

"Kita bisa saksikan sendiri, seharusnya dalam sebuah perlombaan, baik nasional maupun internasional, selalu ada kamera pemantau pergerakan pebalap. Tadi dan kemarin saat roadrace, kita juga tahu tidak ada satupun kamera pemantau. Hal ini tentunya merugikan jika ada tim yang mau protes tapi tidak ada bukti video. Harus diakui, kesempurnaan dalam melaksanakan dan kelayakan pertandingan itu tidak ada di sini," ujar Gde Sardjana.

Baca juga : Waspadai Unsur Subjektivitas, Syaiful: Persaingan Ketat, Hari Ini DKI Sabet Tiga Emas

Meski banyak kekurangan dalam penyelenggaraan, namun Gde tetap mengapresiasi panpel yang telah bekerja keras menyelenggarakan event nasional di provinsi paling timur di Indonesia itu. "Secara keseluruhan cukuplah. Perlu perbaikan dan evaluasi untuk menghindari permainan kotor ke depannya. Hindari kecelakaan dan cidera seminimal mungkin. Atlet bukan hanya milik daerah, tapi juga milik nasional. Jadi, sama-sama menjaga sportivitas," ujarnya.

Terkait dengan kondisi M. Fadli yang mengalami cedera dan di lokasi, Gde mengatakan, penanganan di bawah supervisi dokter KONI DKI. Sejauh ini kondisinya berangsur membaik.

"Fadli kita tangani dengan baik, bahkan sudah keluar dari RS. Hari Minggu sudah kembali ke Jakarta dan melanjutkan perawatan," ucap Gde.

Baca juga : Terus Dulang Emas, Atlet DKi Tetap di Posisi Atas dengan 43 Emas

Hingga hari ke-7 pelaksanaan PON, Klaster Merauke menyumbangkan sebanyak 7 medali emas, 8 perak, dan 6 perunggu. Enam cabor yang dipertandingkan di klaster Merauke yaitu Wushu, Sepakbola Putri, Bermotor, Anggar, Catur, dan Gulat.

Wushu dan Bermotor telah menyelesaikan pertandingan. Wushu menyumbangkan 5 emas, 5 perak, dan 4 perunggu. Bermotor menyumbangkan 1 emas, 1 perak, dan satu perunggu. Sementara catur yang masih memainkan pertandingan telah memberikan kontribusi 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu untuk kontingen DKI. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal