PON XX PAPUA

DKI Optimis Raih Emas di Cabor Gulat

Kamis, 7 Oktober 2021, 11:18 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Kompetisi di matras gulat mulai menjadi fokus perhatian.

Persaingan ketat perebutan posisi puncak dalam klasemen pengumpulan medali PON XX Papua, semakin seru. Di mana tiga papan atas sementara yaitu Jabar, DKI Jakarta, dan Papua saling kejar mengejar. Sebanyak 18 medali emas dari matras cabor Olimpiade ini menjadi incaran para pegulat nasional dari DKI Jakarta, Kaltim, Jatim, Kalsel, Jabar, dan kuda hitam Jateng.

Di sisi lain, semakin masifnya penularan Covid-19 di pentas PON XX ini membuat panpel cabor gulat di Merauke meningkatkan kewaspadaan. Sebanyak 18 set medali dari matras gulat secara resmi mulai diperebutkan Jumat (8/10/2021) sore hingga 14 Oktober mendatang, di GOR Head Sai, Merauke.

Baca juga : Terus Dulang Emas, Atlet DKi Tetap di Posisi Atas dengan 43 Emas

Sebanyak 18 medali emas diperebutkan oleh 106 pegulat dari 15 provinsi, termasuk tuan rumah Papua yang tentunya tak ingin kehilangan peluang menggapai medali emas. Dari 18 kelas di tiga kategori, akan terjadi duel di antara para pegulat nasional yang terakhir berlaga di Asian Games XVIII-2018, Jakarta.

"Atlet pegulat DKI Jakarta optimis raih medali emas dari cabor ini. Semoga terwujud berkat usaha atlet dan doa warga Jakarta," kata Ketua KONI DKI Jakarta Djamhuron P. Wibowo di Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Pertemuan teknik dilakukan Kamis siang ini, sekaligus pengarahan untuk para pelatih oleh Technical Delegate (TD) Yahya Madjid, dan Gusti Randa selaku Ketua Binpres PP PGSI, yang mewakili Ketua Umum PP PGSI Trimedya Panjaitan. Ihwal perlunya penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat untuk menghindari penularan Covid-19, di antara yang patut disampaikan.

Baca juga : LaNyalla Apresiasi Atlet Selam Jatim Raih 3 Emas dan Pecahkan Rekor PON

Seperti dikemukakan Yahya Madjid sejak awal, gelaran kompetisi cabor gulat akan menerapkan prokes ketat. Seluruh pegulat, ofisial, dan perangkat pertandingan wajib menjalani tes usap antigen sebelum pertandingan. Demikian juga dengan jajaran pelaksana pertandingan.

Kebijakan untuk menghadirkan penonton, walau hanya mengisi sebagian dari kapasitas GOR Head Sai, memang sudah diputuskan. Namun, penonton yang akan diberi tanda masuk harian disyaratkan harus yang sudah divaksin dan terhubung dengan aplikasi PeduliLindungi.

Yahya Madjid terus melakukan koordinasi dengan penanggung-jawab keamanan dan kesehatan klaster Merauke. Seperti diketahui, ajang PON XX Papua tak terhindari dari penularan Covid-19, di mana sudah hampir 40 orang yang terdiri dari atlit, ofisial, panpel dan wartawan, terpapar virus berbahaya itu.

Baca juga : Hadapi PON Papua, Tim Pencak Silat DKI Optimis Raih Emas

Hingga Kamis pagi ini, dari keseluruhan yang terpapar Covid-19, empat di antaranya dari klaster Merauke. Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke Nevile A. Mustika, dua di antara keempat orang itu adalah panpel inti cabor catur, serta seorang wasit wushu, dan ofisial catur Kalteng. Cabor wushu sudah selesai dipertandingkan di GOR Head Sai, Merauke, itu.

Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT, direncanakan membuka resmi persaingan 18 set medali dari matras gulat PON XX Papua ini pada Jumat sore, didahului sambutan Kabinpres PP PGSI Gusti Randa dan laporan TD, Yahya Madjid. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal