Maksimalkan Mitigasi Bencana, LIPI Gelar Diskusi Bersama Universitas Filipina

Rabu, 27 Maret 2019, 18:10 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan melakukan diskusi terbuka bersama Universitas Filipina dengan tema "Focus Group Discussion On Role Of  Academic and Scientific Institutions in Polcymaking for Disaster Risk Reduction and Climate Action In Indonesia" di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Hadir dalam acara Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, Peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI Lely Nurhidayah dan Executive Director of the UP Resilience Institute of the Philippines Dr. Alfredo Mahar Francisco A. Lagmay.

Baca juga : Tarif Ojol Baru Harus Seiring dengan Keselamatan & Keamanan

Dalam sambutannya, Tri mengatakan tujuan kegiatan ini untuk mendorong peran peneliti dan akademisi dalam meningkatkan pemahaman risiko bencana (mitigasi) dan mendorong pembuatan kebijakan yang berbasis sains kepada pemerintah. Apalagi, kata dia, Indonesia sangat rentan terhadap pengaruh perubahan iklim yang  dapat memicu bencana alam seperti badai, hujan lebat, banjir, dan tanah longsor.

"Secara prinsip, ilmu pengetahuan adalah yang utama. Dengan adanya pemetaaan dan pemahaman bencana, kita dapat mendorong pembuatan kebijakan yang berbasis sains," kata Tri.

Baca juga : Pengungsi Rohingya: Punya Pemimpin Amanah, Rakyat Indonesia Harus Bersyukur

Ia menambahkan, saat ini mulai ada peningkatan kebutuhan akan pertimbangan ilmiah dalam proses pembuatan kebijakan. “Proses di mana pengetahuan pakar dihasilkan, dikomunikasikan, dan digunakan oleh para pembuat kebijakan, terutama dalam mengurangi dampak bencana dan perubahan iklim, masih belum tergali baik secara akademis maupun dalam praktiknya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, di Filipina masih banyak yang belum mengetahui peran pakar dalam siklus pembuatan kebijakan mulai dari penetapan agenda, perumusan kebijakan, implementasi, hingga pemantauan, dan evaluasi kebijakan pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim.

Baca juga : Santunan BPJS Diterima Ahli Waris PPSU Tugu Selatan

“Penting bagi kita untuk belajar dari pengalaman negara-negara Asia Tenggara lainnya, tentang sejauh bagaimana para pakar akademis dan ilmiah dapat mendukung pembuatan kebijakan untuk pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim,” pungkasnya. (DVD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal