Capaian Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Subang Peringkat 4 di Jawa Barat

Jumat, 17 September 2021, 21:28 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang optimis pekan depan Kabupaten Subang tetap berada di wilayah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 Kewaspadaan Covid-19.

Rasa optimis tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang dr Maxi, saat berada di halaman kantor BPBD Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (17/9/2021). Menurutnya, Kabupaten Subang harusnya berada di PPKM Level 1, karena jumlah kasus baru per minggu per 100 ribu penduduk, pasien dirawat di rumah sakit per minggu per 100 ribu penduduk, dan jumlah kematian per minggu per 100 ribu penduduk menunjukkan berada di level 1.

Baca juga : Muspika Purwadadi Dukung Vaksinasi Covid-19 bagi Karyawan Sektor Industri

Namun, lanjut dr Maxi, dari penilaian lain, seperti skrining covid-19 yang masih lemah di Kabupaten Subang. Sebab, jumlah masyarakat yang menjalani tes swab antigen sedikit.

"Masyarakat mulai tidak mau dicolok hidungnya (tes swab antigen), itu mines kita. Selain itu, mobilitas masyarakat dan indeks cahaya malam, pada level 2 mobilitas masyarakat meningkat," ujarnya.

Baca juga : Percepat Vaksinasi, Moderna dan Pfizer Ada di Semua Sentra Vaksin Jakarta

Sementara capaian vaksinasi Kabupaten Subang tidak kurang. Sebab, capaian vaksinasi 27,42 persen membuat Kabupaten Subang berada diurutan ke 4 di Jawa Barat.

"Vaksinasi tidak kurang banget. Kita berada di papan atas. Vaksinasi ini efektif menekan kasus Covid-19, buktinya kasus aktif terus menurun dari waktu ke waktu," ucapnya.

Baca juga : Kadinkes Serahkan Sembako dari Bupati dan Wabup Subang ke Warga Kertajaya

Sampai hari ini, kata dr Maxi, kasus aktif Covid-19 sebanyak 98 orang. Yang terdiri dari, empat orang dirawat di RSUD Subang, 31 orang dirawat di RS luar Subang, dan 63 orang isolasi mandiri. "Sebenarnya yang dirawat di RS luar Subang yang merugikan, karena mereka sakit, dan dirawat di luar Subang, tapi karena KTP Subang jadi terdata di Kabupaten Subang," ucapnya.

Harusnya, lanjutnya, data bukan berbasis Nomor Induk Pendudukan (NIK), tapi berbasis domisili, karena pasien yang terpaparnya di luar Kabupaten Subang tidak berdampak terhadap kasus Covid-19 di Kabupaten Subang. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal