LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang terus mendorong karyawan sektor industri menjalani vaksinasi Covid-19. Sebab, mereka merupakan penggerak ekonomi dan harapan keluarga mencari nafkah.
Kepala Dinkes Kabupaten Subang dr Maxi mengatakan, hasil monitoring ke perusahaan yang melakukan gebyar vaksinasi sektor industri, antusiasme karyawan begitu tinggi ikut vaksinasi. Bahkan, lanjutnya, terdapat beberapa perusahaan yang karyawannya sudah 100 persen menjalani vaksinasi dosis pertama. Ini tentunya, sangat baik untuk mendukung penanganan Covid-19.
Baca juga : Kapolres Subang Borong Tas Kulit Hasil Dosen Cantik yang Tembus Singapura
"Kami mengapresiasi perusahaan yang karyawannya sudah 100 persen menjalani vaksinasi," ucap dr Maxi di sela-sela memantau vaksinasi di sektor industri, Jumat (17/09/2021).
Apresiasi ini, tambahnya, karena adanya upaya perusahaan dan karyawannya, baik secara berkelompok maupun sendiri-sendiri mendatangi sarana - sarana pelayanan vaksinasi Covid-19.
Baca juga : Kadinkes Subang Ajak HMI Bantu Pemerintah Perangi Hoaks Covid-19
"Saya berharap berlanjut sampai tuntas di sektor industri. Karena sektor industri kerumunannya paling banyak. Kalau kita menertibkan di mal, dan rumah makan, puluhan atau ratusan. Industri ribuan orang yang kerja bersamaan," ucapnya.
Makanya, lanjut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang tersebut, vaksinasi terhadap karyawan sektor industri sangat penting. "Mereka penggerak ekonomi, harapan rumah tangga dalam mencari nafkah. Harus terus didukung (vaksinasi) supaya perekonomian berjalan lebih hebat, sehingga kesejahteraan masyarakat Subang lebih meningkat," ucap dr Maxi.
Baca juga : Dua WNA yang Bangun Pabrik Sabu di Karawaci Sindikat Internasional
Untuk vaksinasi karyawan sektor industri, kata dr Maxi, kemungkinan tidak selesai sehari. Sebab, ada beberapa perusahaan yang menunda menjadi hari Sabtu dan Senin.
"Tidak semua di hari ini, ada yang di hari Sabtu dan Senin. Dari jatah vaksin 13.100 dosis, sekitar 2-3 hari juga selesai. Vaksinasi ini pun tetap menerapakan protokol kesehatan yang ketat," pungkasnya. (MGN)