LampuHijau.co.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok menaikan kasus dugaan korupsi seragam, sepatu, dan gaji anggota Damkar Depok ke tingkat penyidikan. Kejari Depok dalam waktu dekat bakal menetapkan tersangka berkaitan dengan kasus dugaan korupsi damkar tersebut.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok, Sri Kuncoro menyebut ada dua perkara yang dinaikan ke tingkat penyidikan berkaitan dengan dugaan kasus korupsi di internal Damkar Depok.
"Tadi temen-temen juga tanyain masalah damkar, damkar juga sudah kita naikan penyidikan, ada dua perkara kita naikan penyidikan," kata Sri Kuncoro kepada wartawan usai pisah sambut Kasi Intel Lama Herlangga Wisnu kepada Kasi Intel yang Baru Andi Rio di Aula Kejari Depok, Jumat (17/9/2021).
Baca juga : Kejari Depok Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan SDN 2 Grogol
Sri Kuncoro menegaskan, perkara pertama yang dinaikkan ke tingkat penyidikan yakni berkaitan dengan dugaan korupsi seragam dan sepatu PDL bagi anggota Damkar. Perkara kedua yakni berkaitan dengan pemotongan gaji anggota Damkar Depok.
"Jadi yang pertama terkait dengan pengadaan seragam dan sepatu PDL itu surat perintah penyidikannya 1 yang kedua adalah soal pemotongan gaji, jadi ada 2 surat perintah penyidikan yang sudah kita naikkan," kata dia.
Sri Kuncoro menambahkan pihaknya tidak mengulur-ulur waktu berkaitan dengan kasus dugaan korupsi di tubuh Damkar Depok. Menurutnya kini kasus tersebut bakal berlanjut hingga penetapan tersangka.
Baca juga : PN Depok Gelar Sidang Perdana Kasus Hoax Babi Ngepet
"Jadi ini kita tingkatkan ke penyidikan, jadi kalaupun minggu depan tiba-tiba melihat berbondong-bondong banyak orang diperiksa lagi bukan kita mengulur-ulur waktu, enggak, karena ini konteksnya sudah beda, jadi waktu itu temen-temen bisa tahu melalui dari tim intel, lalu pidsus, dan sekarang sudah naik ke penyidikan," katanya.
Kemudian Sri Kuncoro menyebut pihaknya sudah menandai beberapa orang yang berpotensi menjadi tersangka. Dia memastikan akan memfokuskan ke beberapa orang yang berpotensi sebagai tersangka tersebut.
"Kalau soal kemudian beberapa orang kita potensial itu iya, justru itulah ketika kita naikkan penyidikan, kita langsung pemeriksaan, kita akan memfokuskan ke orang yang punya potensi itu, tapi penetapannya akan muncul tidak lama setelah itu," jelasnya. (HEN)