LampuHijau.co.id - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang optimis kasus positif Covid-19 akan terus melandai. Bahkan, bisa jadi zero atau nol kasus. Namun, masyarakat agar selalu patuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dalam aktivitasnya.
Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang dr Maxi, secara faktual Kabupaten Subang sudah memasuki suasana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2, selama satu bulan.
Baca juga : Desa Rawameneng akan Dijadikan Sebagai Kampung Reforma Agraria
"Secara faktual Kabupaten Subang sudah berada di level 2 selama satu bulan," ucapnya saat berada di Gedung DPRD Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (16/09/2021).
Buktinya, kasus aktif Covid-19 kian menurun. Hari ini, kasus aktif Covid-19 sebanyak 95 orang. Yang terdiri, lima orang dirawat di RSUD Subang, 65 orang menjalani isolasi mandiri, dan 24 orang dirawat di rumah sakit luar Subang. "Untuk ke zero kasus berharap suatu saat akan terjadi, tapi belum dalam waktu dekat," ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang tersebut, dengan penuh optimis.
Baca juga : Komisi III DPR RI Apresiasi Langkah Polda NTB Tangani Covid-19
Maka dari itu, dr Maxi mengingatkan masyakat untuk selalu mematuhi prokes dan meningkatkan imunitas. Untuk meningkatkan imunitas bisa dengan vaksinasi, olahraga, makan makanan bergizi, pikiran tenang dan bahagia.
"Covid-19 menyimpan potensi mutasi. Potensi mutasi tersebut bisa saja menyimpan yang ganas, kalau kita lepas masker, bisa kecolongan. Maka protokol kesehatan harus tetap dipatuhi saat kebiasaan baru ini," ucap dr Maxi.
Baca juga : Pemberlakuan PTM Sepekan, Anies Sebut Tak Ada Temuan Kasus Covid-19
Untuk vaksinasi, lanjut dia, sampai saat ini mencapai 340 ribu orang atau 27,42 persen telah divaksin dari target yang ada. Vaksin kemarin datang 13.100 dosis, dan hari ini datang 14.000 dosis.
"Berharap progres yang baik, provinsi dan pusat dalam ketersediaan vaksin, karena masyarakat minatnya sangat tinggi untuk divaksin. Masyarakat tidak bisa dilayani secara bersamaan, sehingga harus sabar menunggu ketersediaan vaksin," pesannya. (MGN)