LampuHijau.co.id - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang mengingatkan masyarakat, untuk selalu waspada terhadap Covid-19. Sebab, Covid-19 bisa menimpa siapapun, sehingga tidak ada istilah masuk rumah sakit dicovidkan.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang dr Maxi mengatakan, semua orang berpotensi terpapar Covid-19, baik yang orang sehat maupun orang punya penyakit penyerta atau komorbid. "Covid-19 itu tidak pilih-pilih orang, bisa datang ke orang yang sehat, darah tinggi, sakit jantung, stroke, dan asma atau lainnya," ucap dr Maxi di kantornya, Kabupaten Subang, Jumat (10/9/2021).
Baca juga : Sempat Terpapar Covid-19, Dua Harimau Sumatera Ragunan dalam Pemantauan
Makanya, lanjut dr Maxi, kalau ada suadara yang punya penyakit sebelumnya, kemudian dibawa ke rumah sakit, dan ternyata hasil swabnya positif Covid-19, itu bukan dicovidkan. "Keluarga dan masyarakat tahu cuma penyakit penyerta atau bawaan lain, tapi dokter punya ilmu dan alat bantu. Dokter bisa membedakan yang penyakit biasa dan Covid-19," ujarnya.
Sehingga, kata Kadinkes Kabupaten Subang ini, jangan beranggapan masuk rumah sakit di-covid-kan. Sayangnya, informasi bohong (hoaks) rumah sakit mengcovidkan pasien beredar luas.
Baca juga : Mahfud MD: Alasan Covid-19, Nggak Bisa Jatuhkan Pemerintahan
"Hoaks beredar luas, meng-covid-kan orang seolah-olah tenaga kesehatan ini jadi kaya. Nyatanya, kita tidak punya keuntungan apa-apa dari status Covid-19 itu," tegas dr Maxi.
Untuk itu, dr Maxi mengajak semua pihak memerangi hoaks. Sebab, hoaks mengganggu dalam menangani Covid-19. "Semua agar bijak bermedia sosial, tidak menyebar hoaks," ujarnya.
Selain itu, dr Maxi mengajak masyarakat yang sudah dan belum divaksin untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Hal ini, tambahnya, dengan tujuan untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (MGN)