NAR Berbasis NIK Menyulitkan Tracing, Dinkes Subang Minta Berbasis Domisili

Rabu, 8 September 2021, 16:04 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mengusulkan agar data-data hasil tes Covid-19 di New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan berbasis domisili, bukan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Kepala Dinkes Kabupaten Subang dr Maxi mengaku kesulitan saat melakukan tracing atau pelacakan kontak erat terhadap orang yang positif kasus Covid-19 yang berdasarkan pada NIK. Sebab, kata dia, dari hasil penelusuran, rupanya orang yang positif Covid-19 berada di luar Kabupaten Subang, seperti Kalimantan, Bekasi, dan Depok.

"Ini yang menyulitkan dilakukan tracing terhadap kasus baru Covid-19," ucap dr Maxi saat berada di kantornya di Kabupaten Subang, Rabu (8/9/2021).

Baca juga : Meski Dua Warga Meninggal Dunia, Dinkes Subang Optimis Kasus DBD Turun

Padahal, setiap kasus baru diharuskan melakukan tracing terhadap 15 orang yang kontak erat. "Sistem tidak pernah tahu orangnya di mana, tahunya NIK Kabupaten Subang," ucap dr Maxi.

Makanya, dr Maxi mengusulkan, agar data yang di NAR Kementerian Kesehatan berbasis domisili, bukan berbasis NIK. "Karena merugikan Kabupaten Subang," ucapnya.

Kerugian tersebut, salah satunya, saat ada satu orang meninggal dunia akibat Covid-19 pada 30 Agustus 2021. Orang ini ber-KTP Subang, dirawat dan meninggal dunia di rumah sakit di luar Subang, dan dimakamkan di Subang.

Baca juga : Peduli Warga Terdampak PPKM, Polres Subang Bagikan 100 Paket Beras

"Dampaknya, kita ketambahan data satu orang yang meninggal dunia, meski sakit dan meninggal dunianya di luar Kabupaten Subang, kita dapat data kematiannya. NIK ini tidak tepat digunakan, harusnya domisili," ujarnya.

Menurut dr Maxi, orang Subang positif Covid-19 di Jakarta, tidak berpengaruh apa-apa di Kabupaten Subang. "Risiko Covid-19 kan berbasis orang. Harusnya, datanya berbasis domisili," ucapnya.

Maka dari itu, kata dr Maxi, Kabupaten Subang akan kesulitan untuk berada di level 1 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). "Karena kita kesulitan mengikuti sistem," ujarnya.

Baca juga : Pasien Covid-19 Membludak di RSUD, Dinkes Subang Ambil Langkah Darurat

Meski dari tiga indikator, yakni jumlah pertambahan kasus baru per minggu per 100 ribu penduduk, yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk per minggu, dan jumlah kematian per minggu per 100 ribu penduduk, sudah memenuhi untuk berada di level 1. "Dari tiga indikator itu Kabupaten Subang sudah memenuhi untuk level 1. Namun, ada penilaian lain yang sulit dipenuhi karena terkait sistem. Ke depan, kita optimis akan tetap berada di level 2," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal