LampuHijau.co.id - Kepolisian didesak menangkap sponsor dan perusahaan penyalur Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural atau ilegal. Sebab, akibat ulahnya, tidak sedikit yang terlantar dan menjadi korban perdagangan manusia.
Desakan tersebut disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat IX meliputi Subang, Majalengka, dan Sumedang (SMS), Linda Megawati, saat berada di Kabupaten Subang, Senin (06/09/2021). Politisi Partai Demokrat ini mendukung penuh pihak kepolisian untuk menindak tegas sponsor dan perusahaan yang memberangkatkan warga Kabupaten Subang menjadi PMI atau TKW ilegal.
"Dukung kepolisian setempat untuk menangkap sponsor dan perusahaan penyalur PMI ilegal. Jangan sungkan, jangan ragu, tangkap saja. Karena itu tugas dari kepolisian," ucap Linda.
Baca juga : Tidak Pakai Masker, Pengguna Motor dan Pelaku Usaha Disanksi Push Up
Sebab, lanjut Linda, mereka telah mengiming-imingi warga untuk berangkat kerja ke luar negeri dengan gaji yang besar. Namun, tidak sedikit malah berujung masalah dan hukum.
"Banyak yang tergiur menjadi TKW Ilegal, ternyata di sana bermasalah, bermasalah dengan hukum, bahkan di sana (jadi korban human) trafficking (perdagangan manusia)," ucap Linda.
Untuk itu, Linda mengimbau masyarakat yang ada di Kabupaten Subang, jangan tergiur dengan ajakan kerja ke luar negeri yang katanya akan hebat, dan menghasilkam banyak uang. "Sedangkan kita tidak punya keahlian, tidak punya kemampuan bahasa, dan tidak bisa kerja, gimana mau sukses? Yang ada ujung-ujungnya, kita juga yang susah," ucap Linda.
Baca juga : Kematian Akibat Covid-19 Meningkat, BAZNAS Bantu Pemulasaraan Jenazah
Linda membolehkan warga kerja ke luar negeri asalkan datang ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang dulu untuk mencari informasi sebanyak mungkin. Informasi itu, tambahnya, mulai dari cara-cara kerja keluar negeri yang sesuai prosedur, bahasa dan tenaga kerja yang dibutuhkan di luar negeri.
"Dengan pembekalan sangat maksimal pastinya akan sukses (di luar negeri)," ujarnya.
Makanya, Linda kembali mengingatkan agar kerja ke luar negeri dengan menempuh prosedur. "Karena prosedur tidak ribet, taat prosedur tentunya akan terhindar dari masalah," ujarnya. (MGN)