Kasus Covid-19 Turun, Bupati Cirebon Minta Warga Tidak Lengah Prokes

Jumat, 3 September 2021, 18:36 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Masyarakat Kabupaten Cirebon diminta tidak terlena dengan adanya penurunan kasus positif Covid-19. Masyarakat agar tetap patuhi protokol kesehatan (prokes) saat beraktivitas sehari-hari. Hal ini disampaikan Bupati Cirebon Imron Rosyadi saat rapat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat Kabupaten Cirebon, di Kantor Setda Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (03/09/2021) siang.

Bupati menyampaikan, penanganan dan pengendalian kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon semakin membaik. Meskipun begitu, masyarakat jangan terlena dengan penurunan kasus. Menurutnya, varian delta masih menyebar.

Baca juga : Satgas Covid-19 Optimis Minggu Depan Kabupaten Subang Tetap PPKM Level 2

"Masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan," ucap pria yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon ini.

Bupati menjelaskan, kasus kumulatif aktif Covid-19 di Kabupaten Cirebon terus mengalami penurunan. Dari 2.000 lebih kasus aktif, kini hanya ada 130. Berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kabupaten Cirebon, dari 130 warga yang terkonfirmasi positif virus Corona, sebanyak 44 menjalani perawatan di rumah sakit dan 86 isolasi mandiri di rumah.

Baca juga : Kasus Positif Covid-19 Mingguan di Kabupaten Subang Makin Menukik

Hingga Jumat (3/9/2021) siang, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon sudah menembus angka 24.132. Dari jumlah tersebut, 23.126 orang sudah sembuh dan 876 meninggal dunia.

"Mudah-mudahan kasus semakin turun. Ini artinya, pelaksanaan PPKM di Kabupaten Cirebon efektif menurunkan laju kasus. Masyarakat jangan pula lupa kalau ada panggilan untuk divaksin Covid-19 harus segera ikut," katanya.

Baca juga : Soal Penurunan Covid-19, Pras Minta Warga Jakarta Jangan Euforia

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan, jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit hanya berada di angka 11,79 persen atau 64 dari 543. Angka tersebut, kata dia, termasuk 10 terendah di Jawa Barat. Sedangkan tingkat keterisian paling tinggi ada di Kota Banjar sebanyak 48,96 persen.

"Bahkan, rusunawa UGJ yang dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri juga tingkat huniannya sangat rendah. Termasuk stok oksigen juga sangat aman," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal