Pekerja Proyek Masjid Al Jabar Kesurupan, Lalu Tewas Tenggelam

Rabu, 15 Mei 2019, 02:31 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Seorang pekerja proyek masjid terapung Al Jabar, di kawasan Gedebage, Kota Bandung tenggelam di danau, Senin (13/5/2019) sekitar jam 9 malam. Korban atas nama Dede Ruhiyat Sumadang (23), warga Kampung Jambu Air, RT 01/06 Desa Cinulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Petugas kepolisian dari Polsekta Gedebage dan Polrestabes Bandung pun meminta bantuan tim penyelam dari Basarnas, untuk melakukan pencarian terhadap korban, sejak jam 11 malam.

“Kami melakukan pencarian selama 3 jam pencarian mulai dari pukul 23.00 hingga pukul 01.00 WIB, tim penyelam pun masih belum menemukan korban,” jelas Kanitreskrim Polsek Gedebage Ipda Budi, Selasa (14/5).

Baca juga : ICW Nlai Kinerja KPK Tak Maksimal, Ketua DPR Membela

Tenggelamnya korban bermula ketika dia bersama saudara dan rekannya yaitu Namdi (23), Nuriman (23), dan Agung Nugraha (28) bermain di pinggir danau sambil memancing. “Korban bersama saudara dan temennya itu merupakan pegawai PT Gasindo yang menangani proyek pembangunan masjid terapung,” jelas Budi.

Dan sekira pukul 21.30, lanjut Budi, dari keterangan saksi Agung mengatakan, korban mengalami kerasukan. Bahkan, korban pun sempat diamankan oleh saudara-saudaranya. Akan tetapi, korban marah-marah, sambil membuka baju.

“Tanpa kendali, korban langsung masuk ke danau sambil berenang ke arah utara, kemudian oleh saksi Agung dikejar, namun kurang lebih tinggal 10 meter ke arah daratan sebelah utara korban langsung menghilang ke dalam air,” katanya.

Baca juga : Grabcar Ringsek Ditabrak KA, 4 Tewas Termasuk 3 Anak-anak

Saksi yang mengikutinya dari belakang, katanya, sudah 3 kali mencari ke bawah air. Namun, tidak ditemukan hingga akhirnya saksi memberitahukan kepada saudaranya yang ada di lokasi untuk melaporkan kepada pihak kepolisian. Selasa (14/5/2019) sekitar pukul 16.05 wib jasad Dede akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kordinator Protokol dan Humas Basarnas Kantor SAR Bandung Joshua Banjarnahor mengatakan, korban ditemukan di tengah danau. “Kita lakukan pusaran air agar surut, setelah surut kita lakukan pencarian manual. Ternyata didapatnya di dalam lumpur,” kata Joshua.

Diketahui, masjid terapung yang dibiayai APBD Provinsi Jabar ini, sudah memakan korban nyawa tiga orang. Pada bulan Februari, seorang pekerja bangunan asal Purwakarta, Ahmad Sujai jatuh dari bagian kubah karena tidak menggunakan tali pengaman. Selanjutnya, pada tanggal 22 Maret 2019, seorang petani asal Rancasagatan berusia 50 tahun tewas tenggelam saat mengecek sawahnya di sekitar area proyek masjid terapung tersebut. Dan, Senin malam Dede tenggelam di danau tersebut.

Baca juga : Evakuasi Korban Kebakaran, Komandan Regu Damkar Tewas Tertimpa Bangunan

Karena itu Kapolsek Gedebage Kompol Oesman mengaku, pihaknya sudah mengimbau agar dipasang papan peringatan di sekitar danau. “Sudah kami minta agar plang peringatan dipasang, untuk tidak mendekat ke area danau,” jelasnya. (LHTJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal