LampuHijau.co.id - PT PG Rajawali II (RNI) membenahi pola kemitraan dengan petani tebu guna meningkatkan produktivitas gula. Sebab, tak sedikit lahan tebu milik petani beralih fungsi untuk ditanami tanaman lain.
Menurut Sekretaris Perusahaan PT PG Rajawali II Ahmad Syukri Jati, kebijakan pemerintah terhadap regulasi harga gula mengakibatkan petani tebu patah semangat. Petani banyak yang menjual lahan tebunya untuk dialihfungsikan.
Tak hanya itu, petani bahkan berhenti menanam tebu, dan menggantinya dengan tanaman lain. Kondisi ini mengakibatkan pasokan bahan baku ke pabrik gula semakin menurun.
Baca juga : Tekan Penyebaran Covid-19, Polsek Senen Tingkatkan Disiplin Masker di Permukiman Warga
Hal ini membuat PT PG Rajawali II mengubah pola kemitraan dengan para petani tebu, demi meningkatkan kembali produktivitas gula. Salah satunya, yakni memberikan bantuan pendanaan yang berkerja sama dengan perbankan, dengan memberikan bunga yang rendah.
"Banyak petani yang tertarik ikut kemitraan ini," ucapnya di sela-sela acara Tasyakuran ke-25 PT PG Rajawali II di kantornya, Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (28/08/2021).
Dengan kemitraan tersebut, lanjutnya, PT PG Rajawali II bisa mengolah sendiri lahan tebu, yang bermitra dengan petani maupun masyarakat. Untuk hasil panen tahun ini bisa mencapai 57 ribu ton. Sebab, per Agustus ini, sudah mencapai 34 ribu.
Baca juga : Bupati Ruhimat Ingin Sekolah dan Orangtua Sepakat Terapkan Prokes saat PTM
"Kita optimis untuk mencapai target," ujarnya.
Ahmad menyebut, memasuki usianya yang ke-25 tahun, PT PG Rajawali II memiliki tema bangkit dan berbenah. Salah satu implementasinya adalah meningkatkan kualitas dalam diri, seperti sumberdaya manusia (SDM). Selain itu, kata dia, menggandeng para petani tebu agar mau meningkatkan kualitas panen tebunya.
"Kita akan berbenah. Kita ingin bangkit," pungkasnya. (MGN)