LampuHijau.co.id - Forkopimda Jawa Timur melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kota Kediri, pada Kamis (26/8). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah, membentuk herd immunity di Jatim, khususnya di lingkungan pesantren.
Dalam kegiatan tersebut, sasaran vaksinasi sebanyak 5.000 dosis selama dua hari, jenis sinovac diperuntukkan bagi santri dan pengasuh Ponpes Lirbiyo Kediri, yang melaksanakan vaksinasi tahap 1.
Penyelengaraan vaksinasi ini dibantu tenaga kesehatan sebanyak 204 nakes yang terdiri dari nakes Polri 30 personil, nakes TNI 40 personil, nakes Dinkes 12 personil serta dibantu 122 orang relawan dari Universitas Islam Malang, Apoteker dan ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) yang meliputi tenaga registrasi, screening dan vaksinator.
Sedangkan 5000 vaksin didatangkan dari Polri sebanyak 1000 dosis, TNI 1500 dosis, Dinkes 1000 dosis serta bantuan dari ISNU sejumlah 1500 dosis. Sesampainya di Ponpes Lirboyo, Forkopimda Jatim disambut langsung oleh pengasuh pondok pesantren, yaitu Kiai Anwar Mansyur dan Kiai Abdullah Kafabih beserta Ibu Nyai.
Santri di Ponpes Lirboyo total ada sebanyak 36 ribu santri, sedangkan yang sudah divaksin ada sebanyak 12 ribu. Saat ini sebanyak 3 ribu santri yang masuk usia pelajar dan kini secara bertahap dilakukan vaksinasi hingga 7 September mendatang.
Khofifah mengatakan, vaksinasi untuk santri pondok pesantren di Jatim dilakukan secara serentak. Saat ini total ada sebanyak 110 pesantren yang tengah dilakukan vaksinasi.
Baca juga : Forkopimda Jatim Dampingi Presiden Jokowi Cek Pelaksanaan Vaksinasi di Madiun
"Vaksinasi berbasis pesantren ini dilakukan serentak sesuai dengan stok vaksin yang ada. Oleh sebab itu kalau kebutuhannya sekarang 36 ribu untuk Lirboyo, dua hari ini kan baru 5 ribu dosis yang disuntikkan, TNI dan Polri akan mengawal ini sampai 7 September maka kita ingin ada vaksinasi yang lebih masif. Sehingga proses pengendalian sampai menghentikan penyebaran virus bisa kita maksimalkan," katanya.
Lebih lanjut Khofifah menyampaikan, bahwa penyebaran covid-19 ini memang belum berhenti, sehingga harus dilakukan upaya yang strategis dan intensif, guna menghentikan penyebaran dan menguatkan kekebalan.
Oleh sebab itu, vaksinasi ini trus digencarkan, termasuk di antaranya untuk para santri. "Ini adalah ikhtiar kita semua, bagaimana agar anak-anak santri kita selalu sehat dan jangan lengah untuk menerapkan protokol kesehatan," tambahnya.
Baca juga : Kapolda Metro Gerakkan Ribuan Relawan Vaksinasi Merdeka Dengan Rasa Cinta
Sementara itu, per hari ini capaian vaksinasi di Jawa Timur telah mencapai 28,4 persen untuk dosis pertama dan 15,9 persen untuk dosis kedua. Sedangkan untuk santri sendiri yang telah divaksin ada sebanyak 7,38 persen, dan dosis kedua baru 3,4 persen dari total target sasaran usia 12-17 tahun adalah 3,5 juta orang.
Pengasuh Ponpes Lirboyo, Kiai Abdullah Kafabih juga menyampaikan terima kasih atas perhatian vaksinasi yang diberikan oleh Forkopimda Jawa Timur. "Sebab kami Pondok Pesantren Lirboyo terang-terangan membutuhkan dukungan dan pendampingan dari pemerintah," ucap Kiai Abdullah Kafabih.
Hadir juga dalam acara tersebut Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta pejabat utama Polda Jatim dan Forkopimda Kota Kediri.(FrK)