Wacana Lama Mengemuka Pasca Gurandil Tewas, Ade Yasin Ungkap Alasannya

Selasa, 14 Mei 2019, 23:25 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama PT Antam UBPE Pongkor terus berupaya mencari mata pencaharian baru, agar warga di sekitar Gunung Pongkor berhenti melakukan aktivitas penambangan liar alias gurandil. Tewasnya dua gurandil akibat tertimpa longsor di Desa Bantarkaret belum lama ini, membuat wacana yang menguap sejak 2015 itu, kembali mengemuka.

“Sudah dilakukan sebetulnya sejak 2015. Apalagi, akan ada Geopark Pongkor yang bisa dimanfaatkan warga sekitar untuk hidup dalam sektor pertanian, pariwisata dan peternakan,” kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Selasa (14/5/2019).

Baca juga : Naturalisasi Ciliwung, Bima Arya Diminta Jangan Gusur Warga Pulo Geulis

Ade pun mengakui, jika patroli gurandil yang dilakukan TNI, Polri, dan PT Antam kerap kebobolan. Menurutnya, tindakan represif tidak akan efektif untuk menghentikan aktivitas penambangan liar. “Gurandil itu lincah, selain lokasi penambangan ada di bawah tanah kan sulit dideteksi. Gurandil juga sudah tau seluk beluk Gunung Pongkor. Makanya seringkali lolos dari razia petugas,” katanya.

Dua korban meninggal pada longsor Minggu (12/5/2019) lalu yakni Habib (49), warga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah; dan Yudi bin Dahong (30), warga Desa Harkatjaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor. Sementara 6 korban selamat yakni Dede (25), warga Babakan Sawah, Desa Cisarua Kecamatan Nanggung; Dika (18), warga Babakan Sawah, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung. Kemudian, Nurdin (45), warga Kampung Nangela, Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang; Iwan (40), Partoni (35), dan Pulung (25), ketiganya warga Nangela, Desa Pabangbon.

Baca juga : Peduli Masyarakat, DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon Bagikan 1.000 Takjil

Sementara, Kepolisian mengklarifikasi soal penambang emas liar (gurandil) yang menjadi korban longsor di Gunung Pongkor bukanlah lima orang, melainkan dua orang tewas dari 8 yang menjadi korban longsor. Kapolsek Nanggung AKP Asep Saefudin mengatakan, kabar yang menyebutkan ada 5 orang tertimbun longsor dan meninggal tidak tepat.

“Ada bilang 20 tertimbun. Itu hoax. Yang benar adalah 8 orang tertimbun, 2 orang meninggal dan 6 orang dievakuasi dalam keadaan selamat. Saya kemarin di lokasi sampai jam 4 sore,” kata Asep, Selasa (14/5/2019). (DIR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal