Melayani Pelajar, Pedagang Keliling dan Pengemudi Ojol Wajib Divaksin Covid-19

Senin, 16 Agustus 2021, 21:15 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pedagang keliling dan pengemudi ojek online (ojol) agar menjalani vaksinasi Covid-19 sebelum melayani pelajar di sekitar sekolah. Hal ini harus dilakukan dua profesi tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat sudah mulai dilaksanakan di Kabupaten Subang. Penerapan prokes ketat ini, lanjutnya, akan dipantau.

Pemantauan dilakukan terhadap sarana dan prasarana prokes yang tersedia di sekolah. Mulai dari alat cuci tangan, dan pengukur suhu tubuh. Selain itu, tambahnya, kegiatan PTM dan kantin sekolah. Pelaksanaan PTM harus 4 jam mulai dari 07.00-11.00 WIB, tanpa ada istirahat. Kantin sekolah pun tidak boleh buka saat PTM tersebut.

Baca juga : Klinik Bhayangkara Polres Subang Tertinggi Gelar Vaksinasi Covid-19

"Sekolah yang tidak dipagar perlu menjadi perhatian karena berpotensi pedagang keliling masuk ke kawasan sekolah," ucap dr Maxi di kantornya, Kabupaten Subang, Senin (16/08/2021).

Pedagang keliling ini, kata dr Maxi, harus diawasi supaya tidak menularkan Covid-19 kepada pelajar. "Pedagang keliling harus divaksin, untuk mencegah pelajar terpapar Covid-19," ucapnya.

Pengawasan pun, menurutnya, perlu dilakukan terhadap orangtua pelajar dan pengemudi ojol. Orangtua saat mengantar dan menjemput anaknya supaya tidak berkerumun, karena asyik ngobrol satu sama lainnya.

Baca juga : Kapolres Subang Imbau Pembeli dan Pedagang Patuhi Prokes Covid-19

"Pengemudi ojol saat antar atau jemput pelajar jarak duduknya tidak 1,5 meter, sehingga harus ada solusi mencegah pelajar tertular Covid-19. Maka pengemudi ojol harus divaksin," ujarnya.

Selain itu, katanya, pelajar saat pulang sekolah jangan bersamaan, tapi diatur per kelas. Begitu satu kelas telah pulang, baru kelas lainnya. "Karena belajar tatap muka penting, tapi tidak boleh mengabaikan prokes," ucapnya.

Untuk itu, pihaknya akan mencari solusi terbaik dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang dan guru agar semua hal tersebut dapat terlaksana, sehingga pelajar terlindungi dari terpapar Covid-19. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal