Kapolresta Malang Kota Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Hari Kedua di UIN Maliki Malang

Minggu, 15 Agustus 2021, 20:58 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Kapolresta Malang Kota, AKBP Bhudi Hermanto melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi hari kedua yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Minggu (15/8).

Sebelumnya, vaksinasi yang menggunakan jenis AstraZeneca tersebut, dilaksanakan selama dua hari dengan sasaran 5.000 orang atau mahasiswa UIN Malang dengan masing-masing per hari dijatah 2.500 dosis.

Bhudi mengatakan, saat melakukan peninjauan secara langsung, menemukan hal berbeda pada saat pelaksanaan vaksinasi. "Ada yang berbeda. Disamping tempat yang memadai, ada juga dokter dari bidang psikologi dan ada satu tim yang melakukan pendekatan secara psikis pada peserta yang phobia dengan jarum suntik atau memiliki tensi yang tinggi," katanya.

Baca juga : Ahmad Heryawan dan Netty Prasetiyani Hadiri Vaksinasi Massal di PUI Subang

Lebih lanjut Bhudi mengungkapkan, nantinya saat Polresta Malang Kota kembali mendapatkan jatah vaksin dari Polri maupun pemerintah, pelaksanaan vaksinasi selanjutnya yang diinisiasi oleh Polresta Malang Kota akan digelar di UIN Maliki Malang.

Pasalnya kata Bhudi pelaksanaan vaksinasi di UIN Malang, dirinya sangat mengapresiasi dengan alur atau mekanisme yang bagus dan lokasi yang cukup strategis untuk pelaksanaan vaksinasi.

"Kami akan menjalin kerja sama dengan UIN disaat nanti kami mendapatkan vaksin. Pelaksanaannya nanti di UIN Maliki Malang, karena di sini bagus, tertera dengan alur mulai dari entry data sampai observasi yang luar biasa," ungkapnya.

Baca juga : DPD Bapera Kota Depok Gelar Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

Apalagi kata Bhudi, tenaga kesehatan yang telah disiapkan pun juga ada dua gelombang. Sehingga para tenaga kesehatan yang bertugas pun bisa tetap fokus dan tidak kelelahan. "Nakesnya juga ada dua, sip. Pertama pagi hingga siang dan yang kedua siang sampai selesai," imbuhnya.

Sementara itu, dengan adanya penemuan alat dari UIN Malang, yakni Bilik Asap yang lebih sederhana dan oksigen yang dibuat melalui benda yang mudah ditemui, nantinya juga bisa menjadi momentum untuk berkolaborasi bersama untuk bisa dipergunakan di Kampung Tangguh Semeru (KTS).

"Untuk itu, kita sama-sama membuat sistem regulasi bagaimana edukasi dari hulu hingga hilir dan bagaimana kota menuntaskan Covid-19 yang ada di Malang Raya hingga bagaimana kota menghidupkan kembali ekonomi Indonesia yang pastinya juga membutuhkan kajian dari akademisi," pungkas Bhudi.(FrK)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal